ISTIQAMAH * bersauh sebentar

 


I. ISTIQAMAH

Pangkalan Tempat Bertolak, Pelabuhan Tempat ~bersauh, Bersamaan dengan tumbuhnya akal kita, timbul   pulalah "kepercayaan" akan adanya Zat Yang Maha Kuasa. Bertambah lanjut perjalanan akaI itu , bertambah nampaklah adanya kebenaran, keelokan, keindahan dan kesucian di dalam alam sekeliling kita. Semuanya itu menambah kokohnya kepercayaan tadi.

Memang, kadang2 ada juga timbul ragu2 akan "adaNya". Tetapi bila mana kepercayaan tadi di cuba melepaskan , terasalah bahawa keraguan tidaklah hi lang. Malah bertambah ragu. Sebab itu maka percobaan untuk memastikan akan tidak adaNya, adalah mencoba membongkar apa yang tidak berurat di dalam hati.

Sebab itu datanglah Sufyan bin Abdullah رضي الله عنه, yang bergelar Abu 'Amrah رضي الله عنه, kepada Rasulullah. meminta fatwa yang segenggam cuma, tentang pendirian didalam hidup. Abu Amrah minta diterangkan inti-agama, yang jikalau Utusan Allah itu mengajarkan kepadanya, dia tidak perlu bertanya kepada orang lain lagi .

Rasulullah memberikan penjawabannya sekali jawab, ujar beliau : "Katakanlah! ; Aku percaya kepada Allahkemudian pegang teguhlah pendirian itu !"

Dalam bahasa Arabnya:

" QuI!; Amantu bil-Lahi, thllmmas-tasqim!"

Jadi, Rasulullah menyuruh memegang teguh persl'diaan pertama itu, kepercayaan pertama atau intuisi pertama, ya itu : " .Allahﷻ ada dalll aku percaya kepada-Nya". Dia Ada di-dalam Hati Sanubari Setiap Manusia yang Berakal.

Kita akan mengcmbara didalam hidup . Kita akan menempuh lautan dan daratan. Kita akan menempuh bunga kunchup dan bunga kern bang. Akan menempuh pasang naik dan pasang surut . Akan menempuh angin sepoi dan angin puting beliung.

Kita akan bertemu dengan yang henar dan yang salah, yang elok dan yang huruk, yang indah clan yang jelek sekalipun. Kita akan pernah merasa puas dan pernah pula merasa kechewa. Kita akan pernah merasa ragu2, akan tetapi terang-benderangpun akan ada di-dalam jiwa kita, dan ada juga masanya berjumpa gelap dan gelita. Tetapi satu hal tidaklah akan pernah padam, meskipun diakui dia pernah juga hidup disalaputi awan, namun hilang sarna sekali Dia tidak.Yang satu itu ialah keperchavaan akan adanya Tuhan!

Keperchayaan yang satu itulah yang d isuruh pelihara baik2, dipegang teguh2, sebab ini lah "pangkal tempat bertolak", dan ini pulalah keputusan clari segala hukum .

Kalau clidalam alam bcsar chakrawala cahaya matahari yang ticlak pernah padam cahayanya, maka didlalam alam kecil, yaitu [Iman pada diri kita, kepercayaan itulah Mataharinya . Teguh memelihara clan memegang kepercayaan itu, itulah yang bernama " Istiqamah".

:Maka tegaklah clengan teguh , istiqamahlah, bagai batu karang diujung pulau, menerima hempasan segala ombak dan gelombang yang mcnggulung; setiap ombak clan gelombang datang, setiap itu pula ia membawa zat yang akan men ambah kokoh dirinya.

Dan tegaklah dcngan teguh , istiqamahlah, laksana sebatang pohon beringin ditengah palang; menerima segala angin sepoi dan angin badai. Kadang2 ber-d erak-derik, laksana akan terbang- runtuh, terhoyong kekiri d an kekanan . Demi angin berhenti dan alam tenang, dia tegak pula kembali  dan uratnya bertambah terhunjam kepetala bumi.


 رضي الله عنه

Rasulullah

Allah

Comments

Popular posts from this blog

Qurrata a'yun" (قُرَّةَ أَعْيُنٍ)

Awal Agama Mengenal Allahﷻ.

Islam Dalam Perspektif Tentang Kehidupan