Showing posts with label #ridhoAllah#bahagiadidunia#bahagiadiakhirah.. Show all posts
Showing posts with label #ridhoAllah#bahagiadidunia#bahagiadiakhirah.. Show all posts

Monday

Hidup Bahagia - Meraih Ridho Allah [1]

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.


Al-Quran banyak dijelaskan dan disebutkan oleh Allah mengenai kebahagiaan dalam kehidupan manusia. Allah Yang Maha Tahu dan Maha Adil, mengetahui bahwa manusia adalah makhluk pencari kebahagiaan dan kepuasan untuk dirinya. 

Ada kalanya manusia mencari kebahagiaan sampai Ia harus menghalalkan berbagai cara dan melupakan bentuk ibadah terhadap Allah. Akhirnya, bukan kebahagiaan yang manusia dapatkan melainkan kesesatan dan kesengsaraan akibat keliru dalam mendudukkan dan mencari kebahagiaan.

Untuk itu, perlu kita harus pahami bagaimana bahagia menurut Al-Quran dan bagaimana juga cara mendapatkannya, agar kebahagiaan tersebut dapat diraih dalam kehidupan manusia. Tentunya kebahagiaan adalah fitrah manusia, dan diinginkan oleh setiap orang.

Di dalam Al-Quran banyak sekali pembahasan mengenai kebahagiaan dalam hidup manusia. Secara umum, islam menjelaskan hal-hal mendasar mengenai kebahagiaan yang sering kali manusia, ulama, ataupun para filosof tidak mengenal dengan jelas apa itu kebahagiaan yang haklki. Sering kali semakin dikejar bahagia bukan semakin mendekat, melainkan semakin menjauh. Berikut adalah penjelasan Al-Quran mengenai kebahagiaan dalam hidup manusia.

وَمَا هَـٰذِهِ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا لَهْوٌۭ وَلَعِبٌۭ ۚ وَإِنَّ ٱلدَّارَ ٱلْـَٔاخِرَةَ لَهِىَ ٱلْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ ٦٤

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” 

(QS Al Ankabut : Ayat 64)

Dalam hal ini Allah menjelaskan bahwa kehidupan dunia hanya senda gurau dan main-main. Hal ini memiliki makna bahwa kehidupan di dunia hanya sebentar sekali seperti kita bercanda dan bermain bersama teman atau keluarga. Tidak terasa, waktu sudah habis dan berlalu begitu cepat. Seperti itulah kehidupan dan kebahagiaan di dunia.

(والله أعلمُ بالـصـواب)


اٰمِيۡن   بِجَاهِ   النَّبِيِّ  الۡاَمِيۡن   صَلَّى  اللّٰهُ  عَلَيۡهِ وَاٰلِهٖ وَسَلَّم

Amin demi Nabi yang beriman, semoga Allah merahmati baginda dan keluarga baginda 

serta memberi kesejahteraan kepada mereka.


 


Hidup Bahagia Di Akhirat. - Meraih Ridho Allah [2]

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

وَزُخْرُفًۭا ۚ وَإِن كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَـٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۚ وَٱلْـَٔاخِرَةُ عِندَ رَبِّكَ لِلْمُتَّقِينَ ٣٥

“Dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan (dari emas untuk mereka). Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, dan kehidupan akhirat itu di sisi Tuhanmu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.“ 

(QS Az Zukruf: 35)

Di dalam Al-Quran Allah menjelaskan bahwa kehidupan dunia sejatinya adalah kehidupan yang sementara. Adapun perhiasan duniawi, kebahagiaan dunia lainnya tentu tidak ada bandingannya dengan akhirat yang Allah menjanjikan jauh lebih baik dan lebih bagus daripada apa yang ada di dunia.

Untuk itu, islam mendudukkan kebahagiaan duniawi bukan sebagai puncak atau tujuan tertinggi dari kehidupan manusia. Hal tersebut hanyalah sebagai perantara, sarana, alat, kendaraan agar manusia dapat optimal melaksanakan ibadah dan berbuat kebaikan di muka bumi.

Kebahagiaan Akhirat Berkali Lipat -Berlipat Ganda.

Hakikatnya manusia adalah makhluk yang menginginkan keuntungan dalam hidupnya. Allah menjelaskan dalam Al-Quran bahwa keuntungan di akhirat adalah keuntungan yang lebih baik dan berlipat daripada keuntungan di dunia;

مَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ ٱلْـَٔاخِرَةِ نَزِدْ لَهُۥ فِى حَرْثِهِۦ ۖ وَمَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ ٱلدُّنْيَا نُؤْتِهِۦ مِنْهَا وَمَا لَهُۥ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ مِن نَّصِيبٍ ٢٠

“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagian-pun di akhirat.“ 

(QS Asy-Syura : 20)

Tentu saja sungguh merugi, jika ada orang yang bersusah payah mempersiapkan dirinya untuk keuntungan yang tidak bernilai. Seperti orang yang membayar mahal benda yang harganya tidak ada 1% dari apa yang ia bayarkan. Untuk itu, mengejar dunia seperti membayar benda murah dengan bayaran yang mahal.





Islam Dalam Perspektif Tentang Kehidupan

[Foto Illustrasi] Dalam perjalanan hidup, hubungan dengan Allah adalah sauh utama, bertindak sebagai asas untuk keamanan, tujuan, dan kekuat...