Pesan Rasulullah SAW - Kebaikan Yang Kamu Terima, Balaslah Dengan Kebaikan Jua.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Nabi Muhammad^ bersabda:
“Sesiapa yang memberi kebaikan kepada kamu, balaslah dia, dan jika kamu tidak mampu, maka berdoalah untuknya.”
[Tabarani]
Ulasan:
Sepanjang hidup kami, ramai orang telah membantu kami dan terus membantu kami. Apabila seseorang membantu kita, kita harus membalas bantuan itu. Sekiranya kita tidak mampu membalas jasa tersebut dengan membayar orang tersebut, maka kita hendaklah menyebut beberapa kata-kata yang baik sama ada dengan mendoakan orang tersebut atau dengan mengucapkan terima kasih. Walaupun kita membantu orang lain tanpa sebarang motif tersembunyi, kita akan berfikir dua kali sebelum membantu orang yang sama pada masa hadapan jika dia tidak mempunyai adab untuk berterima kasih kepada kita. Walaupun kita tidak sepatutnya menahan adab buruk seseorang terhadap mereka, bukan mudah untuk membantu orang yang tidak bersyukur.
أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنِ نَبِيِّنَ ْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمِنَ
(Di waktu pagi kami di atas fitrah agama Islam, kalimat ikhlas (kalimat syahadat), agama Nabi kami Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, dan agama bapak kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik. )
اما بعد :
Alhamdulillah, Allah menghidupkan kita di pagi ini setelah mematikan kita sementara, iaitu menidurkan kita. Semoga Allah swt senantiasa menunjukkan jalan kebaikan kepada kita..aamiin.
Allah swt berfirman dalam Alqur’an Surat Ar-Rahman Ayat 60:
-هَلْ جَزَآءُ ٱلْإِحْسَٰنِ إِلَّا ٱلْإِحْسَٰ
“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).”
[Ar Rahman - 60]
Kadang istifham untuk taqrir (menetapkan) seperti dalam ayat :
هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ
Hal ataaka hadiitsul ghaasyiyah [Ghaasyiyyati].
(Telah datang kepadamu (berita) hari Kiamat?)
Kadang2 istifham bermakna untuk menggugah orang melakukan sesuatu, seperti dalam firman Allah dalam Surat As-Shaff Ayat 10 :
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ تِجَٰرَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَمَلَا
(Yā ayyuhallażīna āmanụ hal adullukum ‘alā tijāratin tunjīkum min ‘ażābin alīm)
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih.
[As Shaff -10]
Ihsan ada dua arti:
Yang pertama: bermakna Itqan, profesional.. melakukan sesuatu yg terbaik. Sehingga tidak ada celah untuk mencari kekurangannya. Umpama seperti yang dinyatakan dalam firman Allah dalam surat As-Sajdah Ayat-7 :
7. ٱلَّذِىٓ أَحْسَنَ كُلَّ شَىْءٍ خَلَقَهُۥ ۖ وَبَدَأَ خَلْقَ ٱلْإِنسَٰنِ مِن طِينٍ
allażī aḥsana kulla syai`in khalaqahụ wa bada`a khalqal-insāni min ṭīn
(“Yang membuat segala sesuatu yang Dia cipta sebaik-baiknya dan Yang mencipta manusia dari tanah.”)
[As Sajdah - 7]
Nah disitu Allah swt. menciptakan manusia dengan sempurna sempurnanya sehingga tidak ada celah untuk menandingi ciptaan Allah tersebut, atau mengalahkan ciptaan Allah swt. Itu.
Kadang-kadang, dan sering kita memahami bahawa makna Al ihsan semata-mata bermakna Isholul Khair, Menyampaikan kebaikan kepada orang lain.
Kalau kita memahami ayat dalam Surat Ar-Rahman Ayat 60:
-هَلْ جَزَآءُ ٱلْإِحْسَٰنِ إِلَّا ٱلْإِحْسَٰ
hal jazā`ul-iḥsāni illal-iḥsān
“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).”
[Ar Rahman -60]
Ihsan pertama adalah berasal dari makhluk . sedangkan Ihsan kedua adalah berasal dari khaliq (Allah). Jadi tafsirnya adalah: Tidak ada balasan kebaikan/ihsan yang dilakukan oleh mahkluk, selain balasan kebaikan/ihsan yang akan diberikan oleh Allah swt kepada makhluk yang melakukan perbuatan ihsan itu.
Ihsan yang dilakukan makluk ada dua, yaitu yang bermakna Itqan maupun yang bermakna Isholul Khoir. Isholul Khair Ini ada dua makna juga. Isholul khoir bermakna memberi kebaikan yg bersifat fizikal, dan isholul khair bimakna kebaikan yg bersifat non fisik.
Mari kita hayati firman Allah swt dalam Surat Al-Baqarah Ayat 195:
وَأَنفِقُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا تُلْقُوا۟ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى ٱلتَّهْلُكَةِ ۛ وَإٛلَّهِ ۛ وَإْٛ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ
(Wa anfiqụ fī sabīlillāhi wa lā tulqụ bi`aidīkum ilat-tahlukati wa aḥsinụ, innallāha yuḥibbul-muḥsinīn)
Artinya: Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebaikan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
[Al Baqarah -195]
Pertama: Kita melakukan Ihsan bimakna Itqan. Menilai peserta secara profesional bahawa yang terbaik adalah juara. Tak ada celah orang untuk memprotes atau mengkomplain hasil penilaian kita.
Kedua : Kita melakukan Ihsan binakna Isholul Khair, Menyampaikan kebaikan kepada orang lain. Maksudnya apabila peserta itu baik maka kita berikan kemenangan kepada dia. Itu makna Ihsan dalam tugasan kita sebagai hakim.
Demikian yang boleh saya sampaikan dalam kuliah subuh ini. Semoga dengan kita menjalankan Ihsan maka Allah swt. Semakin mencintai kita.. aamiin..
Disarikan oleh: H. Edy P. Achmad (hakim khat).






Comments
Post a Comment