Showing posts with label #sabar. Show all posts
Showing posts with label #sabar. Show all posts

Tuesday

Pesan Rasulullah SAW - Kebaikan Yang Kamu Terima, Balaslah Dengan Kebaikan Jua.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ  



Nabi Muhammad^ bersabda: 

 “Sesiapa yang memberi kebaikan kepada kamu, balaslah dia, dan jika kamu tidak mampu, maka berdoalah untuknya.” 

[Tabarani] 

Ulasan: 

Sepanjang hidup kami, ramai orang telah membantu kami dan terus membantu kami. Apabila seseorang membantu kita, kita harus membalas bantuan itu. Sekiranya kita tidak mampu membalas jasa tersebut dengan membayar orang tersebut, maka kita hendaklah menyebut beberapa kata-kata yang baik sama ada dengan mendoakan orang tersebut atau dengan mengucapkan terima kasih. Walaupun kita membantu orang lain tanpa sebarang motif tersembunyi, kita akan berfikir dua kali sebelum membantu orang yang sama pada masa hadapan jika dia tidak mempunyai adab untuk berterima kasih kepada kita. Walaupun kita tidak sepatutnya menahan adab buruk seseorang terhadap mereka, bukan mudah untuk membantu orang yang tidak bersyukur.

أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنِ نَبِيِّنَ ْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمِنَ

(Di waktu pagi kami di atas fitrah agama Islam, kalimat ikhlas (kalimat syahadat), agama Nabi kami Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, dan agama bapak kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik. )

اما بعد :

Alhamdulillah,  Allah menghidupkan kita di pagi ini setelah mematikan kita sementara, iaitu menidurkan kita. Semoga Allah swt senantiasa menunjukkan jalan kebaikan kepada kita..aamiin.

Allah swt berfirman dalam Alqur’an Surat Ar-Rahman Ayat 60:

-هَلْ جَزَآءُ ٱلْإِحْسَٰنِ إِلَّا ٱلْإِحْسَٰ

“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).”

[Ar Rahman - 60]


Dalam Bahasa Arab, kalimah HAL / هل itu isim istifham.. (alat utk bertanya) tapi “hal” juga kadang-kadang banyak artinya. Dalam ayat ini hal istifham tapi bermakna Nafi/ tidak ada..

Kadang istifham untuk taqrir (menetapkan) seperti dalam ayat :

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ

Hal ataaka hadiitsul ghaasyiyah [Ghaasyiyyati].

(Telah datang kepadamu (berita) hari Kiamat?)


Kadang2 istifham bermakna untuk menggugah orang melakukan sesuatu, seperti dalam firman Allah dalam Surat As-Shaff Ayat 10 :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ تِجَٰرَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَمَلَا

(Yā ayyuhallażīna āmanụ hal adullukum ‘alā tijāratin tunjīkum min ‘ażābin alīm)

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih.

[As Shaff -10]



Ihsan ada dua arti:

Yang pertama: bermakna Itqan, profesional.. melakukan sesuatu yg terbaik. Sehingga tidak ada celah untuk mencari kekurangannya. Umpama seperti yang dinyatakan dalam firman Allah dalam surat As-Sajdah Ayat-7 :

7. ٱلَّذِىٓ أَحْسَنَ كُلَّ شَىْءٍ خَلَقَهُۥ ۖ وَبَدَأَ خَلْقَ ٱلْإِنسَٰنِ مِن طِينٍ

allażī aḥsana kulla syai`in khalaqahụ wa bada`a khalqal-insāni min ṭīn

(“Yang membuat segala sesuatu yang Dia cipta sebaik-baiknya dan Yang mencipta manusia dari tanah.”)

[As Sajdah - 7]



Nah disitu Allah swt. menciptakan manusia dengan sempurna sempurnanya sehingga tidak ada celah untuk menandingi ciptaan Allah tersebut, atau mengalahkan ciptaan Allah swt. Itu.

Kadang-kadang, dan sering kita memahami bahawa makna Al ihsan semata-mata bermakna Isholul Khair, Menyampaikan kebaikan kepada orang lain.

Kalau kita memahami ayat dalam Surat Ar-Rahman Ayat 60:

-هَلْ جَزَآءُ ٱلْإِحْسَٰنِ إِلَّا ٱلْإِحْسَٰ

hal jazā`ul-iḥsāni illal-iḥsān

“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).”

[Ar Rahman -60]



Ihsan pertama adalah berasal dari makhluk . sedangkan Ihsan kedua adalah berasal dari khaliq (Allah). Jadi tafsirnya adalah: Tidak ada balasan kebaikan/ihsan yang dilakukan oleh mahkluk, selain balasan kebaikan/ihsan yang akan diberikan oleh Allah swt kepada makhluk yang melakukan perbuatan ihsan itu.

Ihsan yang dilakukan makluk ada dua, yaitu yang bermakna Itqan maupun yang bermakna Isholul Khoir. Isholul Khair Ini ada dua makna juga. Isholul khoir bermakna memberi kebaikan yg bersifat fizikal, dan isholul khair bimakna kebaikan yg bersifat non fisik.

Mari kita hayati firman Allah swt dalam Surat Al-Baqarah Ayat 195:

وَأَنفِقُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا تُلْقُوا۟ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى ٱلتَّهْلُكَةِ ۛ وَإٛلَّهِ ۛ وَإْٛ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

(Wa anfiqụ fī sabīlillāhi wa lā tulqụ bi`aidīkum ilat-tahlukati wa aḥsinụ, innallāha yuḥibbul-muḥsinīn)

Artinya: Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebaikan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

[Al Baqarah -195]



Pertama: Kita melakukan Ihsan bimakna Itqan. Menilai peserta secara profesional bahawa yang terbaik adalah juara. Tak ada celah orang untuk memprotes atau mengkomplain hasil penilaian kita.

Kedua : Kita melakukan Ihsan binakna Isholul Khair, Menyampaikan kebaikan kepada orang lain. Maksudnya apabila peserta itu baik maka kita berikan kemenangan kepada dia. Itu makna Ihsan dalam tugasan kita sebagai hakim.

Demikian yang boleh saya sampaikan dalam kuliah subuh ini. Semoga dengan kita menjalankan Ihsan maka Allah swt. Semakin mencintai kita.. aamiin..


Disarikan oleh: H. Edy P. Achmad (hakim khat).

Pesan Rasulullah SAW - Bersyukur dan Bersabar

                                          بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 



Nabi Muhammad saw bersabda:

 “Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Ada kebaikan baginya dalam segala sesuatu, dan itu hanya untuk orang yang beriman. Jika dia mendapat nikmat, dia bersyukur, itu baik untuknya. Jika dia ditimpa kesusahan dia bersabar dan itu juga baik baginya." 

[Muslim] 

Ulasan: 

Apabila kita mengalami sesuatu yang baik dalam hidup kita maka kita harus berterima kasih kepada orang di sekeliling kita dan jika kita percaya kepada makhluk yang agung, maka kita harus berterima kasih kepada Tuhan juga. Apabila kita mengalami kesusahan, maka hendaklah kita bersabar dan mengharunginya. Pada masa senang dan selesa, kita tidak seharusnya berbangga dengan apa yang kita ada; dalam masa kesusahan, kita tidak seharusnya menjadi putus asa dan jatuh ke dalam kemurungan. Jika kita beringat bahawa kita benar-benar tidak tahu keadaan mana yang terbaik untuk kita, maka lebih mudah untuk kita melalui jatuh bangun kehidupan. Kadang-kadang, melalui beberapa kesukaran adalah yang terbaik untuk kita walaupun kita mungkin tidak memahaminya pada masa itu. banyak.

Bersyukur dan Sabar Saat Mendapat Cubaan

Dari Abu Yahya Suhaib bin Sinan Radhiyallahu anhu ia berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ  إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Sungguh menakjubkan urusan seorang Mukmin. Sungguh semua urusannya adalah baik, dan yang demikian itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali oleh orang Mukmin, yaitu jika ia mendapatkan kegembiraan ia bersyukur dan itu suatu kebaikan baginya. Dan jika ia mendapat kesusahan, ia bersabar dan itu pun suatu kebaikan baginya. [1]

KOSA KATA HADITS

عَجَبًا : Menakjubkan sekali. Setiap manusia akan kagum atau heran jika melihat sesuatu yang luar biasa dan tidak masuk akal.

السَّرَّاءُ : Kegembiraan, yaitu sesuatu yang menyenangkan dirinya.

الضَّرَّاءُ : Kesusahan, yaitu sesuatu yang membahayakan atau menimpa badannya. Termasuk juga (segala sesuatu yang buruk) yang berkenaan (menimpa) keluarga, anak, dan hartanya.

SYARAH HADITS

Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ

Sungguh menakjubkan urusan seorang Mukmin. Sungguh semua urusannya adalah baik, dan yang demikian itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali oleh orang Mukmin

Sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla tidak menetapkan sesuatu, baik itu taqdir kauni atau syar’i, melainkan di dalamnya terkandung kebaikan dan rahmat bagi para hamba-Nya. Di dalam cobaan, ujian, musibah, petaka, kesulitan, kefakiran, penyakit, dan kematian, semua ini terkandung hikmah yang amat besar yang tidak mungkin bisa dinalar oleh akal manusia.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Andai kata kita bisa menggali hikmah Allâh Azza wa Jalla yang terkandung dalam ciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah. Namun, akal kita sangat terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit, dan ilmu semua makhluk akan sia-sia (tidak ada artinya) jika dibandingkan dengan ilmu Allâh Azza wa Jalla, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia (tidak ada artinya) di bawah sinar matahari. Dan ini pun hanya gambaran saja, yang sebenarnya tentu lebih dari sekedar gambaran ini.”[2]

Berbagai cobaan, ujian, penderitaan, penyakit, kesulitan, dan kesengsaraan mempunyai manfaat dan hikmah yang sangat banyak.



[1]Hadits ini shahih. Diriwayatkan oleh Imam Muslim, no. 2999 (64); Ahmad, VI/16; Ad-Darimi, II/318 dan Ibnu Hibban (no. 2885, at-Ta’lîqatul Hisân ‘alâ Shahîh Ibni Hibbân).

[2]Syifâ-ul ‘Alîl fî Masâ-ilil Qadhâ’ wal Qadar wal Hikmah wat Ta’lîl, III/1083




Islam Dalam Perspektif Tentang Kehidupan

[Foto Illustrasi] Dalam perjalanan hidup, hubungan dengan Allah adalah sauh utama, bertindak sebagai asas untuk keamanan, tujuan, dan kekuat...