Showing posts with label #doa. Show all posts
Showing posts with label #doa. Show all posts

Tuesday

Pesan Rasulullah SAW - Adab Melawat / Ziarah Mereka Yang Sakit.

 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 



Nabi Muhammad bersabda: 

“Apabila anda melawat orang sakit, yakinkan dia bahawa dia akan hidup kerana walaupun itu tidak mengubah apa-apa, ia akan menghiburkan dan menaikkan semangatnya?’ 

[Tirmidzi] 

Ulasan: Nabi Pemurah mengajar kita beberapa adab menziarahi orang sakit. Kita harus mengatakan sesuatu untuk memberi orang yang sakit harapan dan menggembirakan mereka. Kata-kata yang baik dalam keadaan sedemikian dihargai, kerana itu akan memberikan sedikit keselesaan kepada orang yang sakit. Marilah kita bertanya: Bilakah kali terakhir kita melawat orang sakit di rumah mereka atau di hospital? Jika kita sakit, tidakkah kita menghargainya jika seseorang melawat kita? Sekiranya kita tidak dapat melawat, maka sekurang-kurangnya, kita harus menelefon dan memberi sokongan lisan kepada orang tersebut.Ketika menziarahi orang sakit, Islam menetapkan adab-adab yang perlu kita patuhi, antaranya tidak duduk terlalu lama ketika berziarah kerana dikhuatiri orang yang sakit itu merasa kurang selesa, keluh kesah dan menghalang pergerakannya. Akan tetapi tidaklah makruh duduk lama jika kunjungan itu dapat mententeramkan dan menghiburkan hatinya.

Selain itu, ketika berada di sisi orang yang sakit, kita disunatkan menyenangkan dan mententeramkan hatinya serta menyuruhnya supaya sentiasa bersabar kerana semua itu adalah sebahagian dari ujian Allah Subhanahu Wata'ala kepada hamba-hamba-Nya. Kita ambil iktibar kisah kesabaran Nabi Ayub Alaihissalam yang menderita sakit akibat penyakit gatal yang sangat dahsyat. Apabila digaru dengan kuku, maka kuku Baginda akan tanggal tetapi masih juga bertambah gatal. Kemudian Baginda terpaksa menggaru dengan barang yang kesat. Tidak cukup dengan itu, Baginda menggaru badannya dengan pecahan periuk dan akhirnya dengan batu. Namun masih juga merasa gatal. Sehingga dengan tidak disedarinya dagingnya telah luka dan koyak. Maka keluar dari tubuh Baginda yang luka itu nanah yang berbau busuk sehingga orang ramai yang tinggal di sekitarnya tidak tahan dengan bau busuk itu lalu mereka mengusir Nabi Ayub dari negeri tempat tinggalnya ke tempat terpencil. Semua orang memencilkannya kecuali isterinya yang mendampinginya dan merawatnya.

Walaupun Nabi Ayub telah ditimpa penyakit, harta bendanya punah-ranah, anak-anaknya ditimpa malang dan mati semuanya tetapi berkat kesabarannya dan imannya yang teguh terhadap Allah Subhanahu Wata'ala, maka akhirnya Allah Subhanahu Wata'ala telah memakbulkan doa dan rayuannya lalu dia pun sembuh seperti sediakala dan berkembanglah keturunannya serta dikurniakan harta benda yang melimpah ruah. Itulah sifat mulia yang patut kita contohi iaitu bersabar dan redha ketika menerima ujian sakit dari Allah Subhanahu Wata'ala.

Ketahuilah saudara-saudara sekalian bahawa sakit itu mempunyai banyak hikmat kerana orang yang sakit, jika dia bersabar serta redha kepada ketentuan Allah maka dia akan mendapat pengampunan daripada Allah Subhanahu Wata'ala. Selain itu doa orang yang sakit adalah mustajab sehingga diumpamakan doa mereka itu seperti doa para malaikat dan kita disunatkan meminta daripada orang yang sakit itu supaya dia mendoakan bagi kita.

DOA UNTUK ORANG SAKIT

 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Maksudnya:

Ya Allah, Tuhan sekalian manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembuhkanlah dia dalam keadaan Engkau Penyembuh, tidak ada penyembuhan melainkan penyembuhan daripada-Mu jua, iaitu penyembuhan yang tidak meninggalkan sebarang kesakitan.

Dengan nama Allah yang memiliki tanah bumi kami, dengan air liur sebahagian daripada kalangan kami, disembuhkan orang yang sakit daripada kalangan kami dengan izin Tuhan kami.

Dengan nama Allah, aku menjampi kamu dan Allahlah yang menyembuhkan kamu daripada segala penyakit yang ada pada kamu, daripada kejahatan wanita-wanita (ahli sihir) yang menghembus pada simpulan-simpulan tali, serta daripada kejahatan-kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.

Ya Allah, sembuhkanlah akannya dan sihatkanlah dia.


Kehidupan Di-Dunia Hanya Sementara

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.



 

Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” 

(QS Al Ankabut: 64)

 Allahﷻ menjelaskan bahwa kehidupan dunia hanya senda gurau dan main-main. Hal ini memiliki makna bahwa kehidupan di dunia hanya sebentar sekali seperti kita bercanda dan bermain bersama teman atau keluarga. Tidak terasa, waktu sudah habis dan berlalu begitu cepat. Seperti itulah kehidupan dan kebahagiaan di dunia.

Mengejar kebahagiaan akhirat adalah pilihan yang harus lebih dilakukan oleh manusia karena tidak ada lagi tempat dan kembali yang paling membahagiakan selain dari akhirat. Sebagaimana perintah Allahﷻ bahwa kebahagiaan dunia tidak bolih memberikan kepuasan dan semakin mencarinya malah akan semakin terperdaya oleh nya. Seharusnya bukan kitalah yang diperbudak nafsu dunia melainkan kita yang menaklukkannya dan menundukannya.

Untuk itu, berikut adalah cara agar dapat mengejar kebahagiaan akhirat, secara umum. Tentunya sebagai umat islam, sudah menjadi keharusan kita untuk meningkatkan  dan mengusahakan untuk mendapatkan bahagia di akhirat nanti.

  1. Tunduk Pada Aturan Allahﷻ

Jika kita menginginkan kebahagiaan yang sejati kelak di akhirat, dan mengindari siksa neraka, tentu kita harus mengikuti aturan main yang sudah disiapkan dan diciptakan oleh Allahﷻ, sebagai pencipta dan pemilik semesta. Manusia tidak bisa menawar ataupun membangkang, karena manusia tidak memiliki saham apapun terhadap adanya kehidupan di alam semesta ini.

Untuk itu, hal yang pertama jika manusia menginginkan kebahagiaan akhirat adalah dengan tunduk pada aturan Allahﷻ, menjalankan Rukun IslamDasar Hukum Islam, Fungsi Iman Kepada  Allahﷻ, Sumber Syariat Islam, dan Rukun Iman tanpa menawar atau mencari-cari celah untuk tidak melaksanakannya.

  1. Menjalankan Misi Hidup Manusia di Bumi

Sebagai makhluk yang diciptakan di bumi, manusia memiliki tujuan dan misinya tersendiri yang sudah ditetapkan oleh Allahﷻ. Menjadi khalifah fil ard, adalah tujuan hidup yang sudah ditetapkan oleh Allahﷻ. Untuk itu, membangun bumi, memakmurkan kehidupan manusia, dan memberikan keselamatan juga kesejahteraan tanpa melakukan kerosakan adalah hal yang harus dilakukan oleh manusia.

Untuk bolih mendapatkan ridho dan pahala, tentunya harus dilakukan oleh manusia agar kebahagiaan di dunia dan akhirat dapat diraih.

  1. Berjuang di Jalan Allah

۞ فَلْيُقَـٰتِلْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ٱلَّذِينَ يَشْرُونَ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا بِٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ وَمَن يُقَـٰتِلْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًۭا ٧٤

 “Kerana itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.“ 

(QS An-Nisa : 74)

Berjuang di jalan Allahﷻ artinya adalah menegakkan dan mengamaliahkan seluruh perintah Allahﷻ. Adapun makna berperang tidak selalu bermakna perang dalam arti fisik. Berperang di jalan Allahﷻ dari masa ke masa dan zaman ke zaman tentu mengalami perubahan. Sedangkan, perintah untuk menegakkan dan melawan mereka yang hendak merosak aturan tersebut tetap akan ada sampai bila-bila pun. Untuk itu, Allahﷻ menjanjikan pahala dan balasan surga bagi mereka yang berjuang dan tetap di jalan yang di ridho Allahﷻ.

Itulah hal-hal yang harus dilakukan manusia jika ingin mendapatkan kebahagiaan di akhirat. Untuk itu, manusia tidak perlu khawatir jikalau memang di dunia kehidupan ini tidak memuaskan. Memang dunia bukan tempat akhir kehidupan kita. Di dalamnya ada suka dan duka yang silih berganti. Yang manusia bisa lakukan adalah melakukan kebaikan dan Allahﷻ tidak akan menzalimi kita. Setiap kebaikan yang kita lakukan akan Allahﷻ balas dengan kebaikan pula.

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍۢ ۖ وَإِن تَكُ حَسَنَةًۭ يُضَـٰعِفْهَا وَيُؤْتِ مِن لَّدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًۭا ٤٠

“Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar “

(QS An-Nisa: 40)


Islam Dalam Perspektif Tentang Kehidupan

[Foto Illustrasi] Dalam perjalanan hidup, hubungan dengan Allah adalah sauh utama, bertindak sebagai asas untuk keamanan, tujuan, dan kekuat...