Kejujuran Tunjang Amanah

Cuba renungkan, dalam hidup kita yang cuma sebentar ini, tiada apa yang sepatutnya kita tidak berlaku jujur. Amatlah malang jika kita tidak merasakan diri kita sendiri yang tidak jujur. Kita selalu  menagih kejujuran dengan pasangan hidup kita, bagaimana mungkin kejujuran akan ada jika kita sendiri tiada kejujuran kepadanya. Sering kali mereka yang sedang bercinta, dimana saling mencintai dengan kejujuran itu amat didambakan. Apa lagi bila kita manusia yang ingin mendapatkan rasa cinta dengan Rabb nya, jika cintanya sesama manusia pun tiada kejujuran. Apakah kejujuran itu hanya kata-kata kosong buat penyedap bahasa, Apakah Allah Rabbul Jalil tidak melihat hati mu? Sedang Dia Maha Tahu. 

Kejujuran itu berkait rapat dengan amanah. Sering kali kita mendengar, malah menjadi sifat mazmumah terpaling hina iaitu khianat. Kerana tiadanya kejujuran itu hilangnya sifat amanah. Pada zaman ini  seringkali kita mendengar ada mereka yang pecah amanah, rasuah dan salah guna kuasa. Maka itu sifat jujur wajib ada pada setiap jiwa manusia yang beriman. Sifat jujur in terbit dari hati yang benar-benar murni, dari qalbu juga jiwa yang terdidik dengan ilmu juga iman. Sentiasa berusaha mendidik jiwa dengan usaha mendekatkan diri kepada Allah Rabbul Jalil. 

Rasulullahﷺ pernah bersabda setelah pulang dari jihad Perang Tabuk: 

"Jihad yang paling besar setelah Perang Jihad Fisabilillah ialah perang dengan nafsu".

Benarlah sabda Rasulullahﷺ, tiada upayanya kita dalam membina kejujuran didalam jiwa adalah akibat nafsu yang tidak dapat ditundukan olih jiwa yang jujur.

Rasulullah merupakan suri teladan sempurna untuk kita. Beliau memiliki akhlak atau sifat yang begitu mulia. Beberapa sifat mulia yang dimiliki oleh Rasulullah antara lain amanah dan jujur. Rasulullahﷺ dikenal sebagai pribadi yang jujur, bahkan sejak beliau belum diangkat menjadi nabi. 

Jujur, dalam Bahasa Arab dikenal dengan istilah ash shidqu atau shiddiq, memiliki arti nyata atau berkata benar. Artinya, kejujuran merupakan bentuk kesesuaian antara ucapan dan perbuatan atau antara informasi dan kenyataan. Lebih jauh lagi, kejujuran berarti bebas dari kecurangan, mengikuti aturan yang berlaku dan kelurusan hati.

Ada banyak sekali bentuk kejujuran dalam kehidupan kita sehari-hari. Sejak kecil kita pasti telah diajarkan oleh orang tua kita untuk selalu berbuat jujur dan tidak berbohong. Hal ini tentu sesuai dengan ajaran agama Islam yang telah dicontohkan oleh Rasulullahﷺ sendiri.

Pandangan Islam tentang Kejujuran

Telah disebutkan sebelumnya, dalam Islam kejujuran dikenal sebagai ash shidqu. Istilah ini juga dijadikan sebagai julukan bagi Rasulullah yang memiliki sifat jujur. Kejujuran, dalam Islam memiliki keutamaan tersendiri dan akan menjadi penyebab datangnya pahala dan rahmat dari Allah

Seseorang yang memiliki sifat jujur akan memperoleh kemuliaan dan derajat yang tinggi dari  Allah. Hal ini tercermin dalam firman Allah: 

إِنَّ ٱلْمُسْلِمِينَ وَٱلْمُسْلِمَـٰتِ وَٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَـٰتِ وَٱلْقَـٰنِتِينَ وَٱلْقَـٰنِتَـٰتِ وَٱلصَّـٰدِقِينَ وَٱلصَّـٰدِقَـٰتِ وَٱلصَّـٰبِرِينَ وَٱلصَّـٰبِرَٰتِ وَٱلْخَـٰشِعِينَ وَٱلْخَـٰشِعَـٰتِ وَٱلْمُتَصَدِّقِينَ وَٱلْمُتَصَدِّقَـٰتِ وَٱلصَّـٰٓئِمِينَ وَٱلصَّـٰٓئِمَـٰتِ وَٱلْحَـٰفِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَٱلْحَـٰفِظَـٰتِ وَٱلذَّٰكِرِينَ ٱللَّهَ كَثِيرًۭا وَٱلذَّٰكِرَٰتِ أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةًۭ وَأَجْرًا عَظِيمًۭا ٣٥

Sesungguhnya orang-orang lelaki yang Islam serta orang-orang perempuan yang Islam, dan orang-orang lelaki yang beriman serta orang-orang perempuan yang beriman, dan orang-orang lelaki yang taat serta orang-orang perempuan yang taat, dan orang-orang lelaki yang benar serta orang-orang perempuan yang benar, dan orang-orang lelaki yang sabar serta orang-orang perempuan yang sabar, dan orang-orang lelaki yang merendah diri (kepada Allah) serta orang-orang perempuan yang merendah diri (kepada Allah), dan orang-orang lelaki yang bersedekah serta orang-orang perempuan yang bersedekah, dan orang-orang lelaki yang berpuasa serta orang-orang perempuan yang berpuasa, dan orang-orang lelaki yang memelihara kehormatannya serta orang-orang perempuan yang memelihara kehormatannya, dan orang-orang lelaki yang menyebut nama Allah banyak-banyak serta orang-orang perempuan yang menyebut nama Allah banyak-banyak, Allah telah menyediakan bagi mereka semuanya keampunan dan pahala yang besar.”.

(Al Ahzab ayat 35 )

Dari ayat di atas, kita tahu bahwa jujur atau bertindak benar, termasuk dalam salah satu sifat mulia yang mendatangkan ampunan dari Allah. Tentu kita ingin termasuk orang-orang yang diampuni, maka kita pun harus bersikap jujur.

Kejujuran merupakan jalan yang lurus dan penuh keselamatan dari azab di akhirat yang keras. Bahkan, tidak hanya untuk bersikap jujur, Allah juga memerintahkan kita untuk bersama orang-orang yang jujur. Dalam surat at Taubah ayat 119, Allah berfirman:

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَكُونُوا۟ مَعَ ٱلصَّـٰدِقِينَ ١١٩

“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang shodiqin”. Bersama dengan orang-orang yang jujur diharapkan akan membuat kita untuk terbiasa menjaga kejujuran juga dalam diri kita."

(At Taubah ayat 119)

Kebalikan dari sifat jujur adalah sifat khianat atau berbohong. Sifat ini amat dibenci oleh Allah dan termasuk dalam ciri-ciri orang yang munafik. Hal ini diungkapkan oleh Rasulullahﷺ  yang bersabda:

“Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga, apabila bebicara selalu bohong, jika berjanji menyelisihi, dan jika dipercaya khianat” 

(H.R. Bukhari dan Muslim).

Maka, jika kita ingin menjadi umat Islam yang baik dan mendapat kebaikan di dunia dan akhirat, kita harus selalu bersifat jujur. Dalam hadis shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya kejujuran menunjukkan kepada kebaikan, dan sesungguhnya kebaikan menunjukkan kepada surga, dan sesungguhnya seorang laki-laki benar-benar telah jujur hingga ia di catat di sisi Allah sebagai orang jujur. Sesungguhnya kebohongan itu menunjukkan kepada kezaliman. Dan sesungguhnya kezaliman itu menunjukkan kepada neraka, dan sesungguhnya seorang laki-laki telah berbuat dusta hingga ia di catat disisi Allah sebagai pendusta”

(H.R. Bukhari dan Muslim).

Jadi, usahakanlah dengan penuh istiqomah dengan membina sifat kejujuran yang menjadi tunjang amanah yang kita semua di pertanggung jawabkan untuk lakukan, sebagai seorang manusia.

  • Jujur dan Amanah : terhadap diri sendiri,
  • Jujur dan Amanah : terhadap  Isteri.
  • Jujur dan Amanah : terhadap  suami.
  • Jujur dan Amanah : terhadap tanggung jawab pada keluarga/ibu/bapa.
  • Jujur dan Amanah : terhadap tugasan yang kita terima.
  • Jujur dan Amanah : terhadap tanggung jawab dan kuasa yang beri.
Kesimpulannya jujur dan amanah, dalam beragama seperti syariat-syariat yang di tunjukan Allahﷻ dalam firman2 Nya dalam Al Quran, juga pendoman bersyariat olih Rasulullahﷺ dalam melaksanakan amanah dengan kejujuran itu. 

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ



 https://dalamislam.com/akhlaq/larangan/bahaya-berbohong-dan-hukumnya-dalam-islam.

Comments

Popular posts from this blog

Qurrata a'yun" (قُرَّةَ أَعْيُنٍ)

Awal Agama Mengenal Allahﷻ.

Islam Dalam Perspektif Tentang Kehidupan