Monday

Hidup Bahagia - Meraih Ridho Allah [1]

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.


Al-Quran banyak dijelaskan dan disebutkan oleh Allah mengenai kebahagiaan dalam kehidupan manusia. Allah Yang Maha Tahu dan Maha Adil, mengetahui bahwa manusia adalah makhluk pencari kebahagiaan dan kepuasan untuk dirinya. 

Ada kalanya manusia mencari kebahagiaan sampai Ia harus menghalalkan berbagai cara dan melupakan bentuk ibadah terhadap Allah. Akhirnya, bukan kebahagiaan yang manusia dapatkan melainkan kesesatan dan kesengsaraan akibat keliru dalam mendudukkan dan mencari kebahagiaan.

Untuk itu, perlu kita harus pahami bagaimana bahagia menurut Al-Quran dan bagaimana juga cara mendapatkannya, agar kebahagiaan tersebut dapat diraih dalam kehidupan manusia. Tentunya kebahagiaan adalah fitrah manusia, dan diinginkan oleh setiap orang.

Di dalam Al-Quran banyak sekali pembahasan mengenai kebahagiaan dalam hidup manusia. Secara umum, islam menjelaskan hal-hal mendasar mengenai kebahagiaan yang sering kali manusia, ulama, ataupun para filosof tidak mengenal dengan jelas apa itu kebahagiaan yang haklki. Sering kali semakin dikejar bahagia bukan semakin mendekat, melainkan semakin menjauh. Berikut adalah penjelasan Al-Quran mengenai kebahagiaan dalam hidup manusia.

وَمَا هَـٰذِهِ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا لَهْوٌۭ وَلَعِبٌۭ ۚ وَإِنَّ ٱلدَّارَ ٱلْـَٔاخِرَةَ لَهِىَ ٱلْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ ٦٤

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” 

(QS Al Ankabut : Ayat 64)

Dalam hal ini Allah menjelaskan bahwa kehidupan dunia hanya senda gurau dan main-main. Hal ini memiliki makna bahwa kehidupan di dunia hanya sebentar sekali seperti kita bercanda dan bermain bersama teman atau keluarga. Tidak terasa, waktu sudah habis dan berlalu begitu cepat. Seperti itulah kehidupan dan kebahagiaan di dunia.

(والله أعلمُ بالـصـواب)


اٰمِيۡن   بِجَاهِ   النَّبِيِّ  الۡاَمِيۡن   صَلَّى  اللّٰهُ  عَلَيۡهِ وَاٰلِهٖ وَسَلَّم

Amin demi Nabi yang beriman, semoga Allah merahmati baginda dan keluarga baginda 

serta memberi kesejahteraan kepada mereka.


 


Hidup Bahagia Di Akhirat. - Meraih Ridho Allah [2]

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

وَزُخْرُفًۭا ۚ وَإِن كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَـٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۚ وَٱلْـَٔاخِرَةُ عِندَ رَبِّكَ لِلْمُتَّقِينَ ٣٥

“Dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan (dari emas untuk mereka). Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, dan kehidupan akhirat itu di sisi Tuhanmu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.“ 

(QS Az Zukruf: 35)

Di dalam Al-Quran Allah menjelaskan bahwa kehidupan dunia sejatinya adalah kehidupan yang sementara. Adapun perhiasan duniawi, kebahagiaan dunia lainnya tentu tidak ada bandingannya dengan akhirat yang Allah menjanjikan jauh lebih baik dan lebih bagus daripada apa yang ada di dunia.

Untuk itu, islam mendudukkan kebahagiaan duniawi bukan sebagai puncak atau tujuan tertinggi dari kehidupan manusia. Hal tersebut hanyalah sebagai perantara, sarana, alat, kendaraan agar manusia dapat optimal melaksanakan ibadah dan berbuat kebaikan di muka bumi.

Kebahagiaan Akhirat Berkali Lipat -Berlipat Ganda.

Hakikatnya manusia adalah makhluk yang menginginkan keuntungan dalam hidupnya. Allah menjelaskan dalam Al-Quran bahwa keuntungan di akhirat adalah keuntungan yang lebih baik dan berlipat daripada keuntungan di dunia;

مَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ ٱلْـَٔاخِرَةِ نَزِدْ لَهُۥ فِى حَرْثِهِۦ ۖ وَمَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ ٱلدُّنْيَا نُؤْتِهِۦ مِنْهَا وَمَا لَهُۥ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ مِن نَّصِيبٍ ٢٠

“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagian-pun di akhirat.“ 

(QS Asy-Syura : 20)

Tentu saja sungguh merugi, jika ada orang yang bersusah payah mempersiapkan dirinya untuk keuntungan yang tidak bernilai. Seperti orang yang membayar mahal benda yang harganya tidak ada 1% dari apa yang ia bayarkan. Untuk itu, mengejar dunia seperti membayar benda murah dengan bayaran yang mahal.





Sunday

Aqidah Tunjang Ke-imanan.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.


Islam, kita hendaklah sentiasa mengamalkan kejujuran dalam memahami juga tetap berpegang teguh dengan aqidah dengan ikhlas (al-ikhlas), jujur ​​(al-sidq), dan menerima muhibah (al-nasihah). Aqidah menjadi tunggak utama atau sebagai tunjang yang menjunam ke-dasar hati, jiwa atau nurani dengan akal sebagai pengimbang teguh kepercayaan. Setiap kebaikan ini merangkumi dimensi menegak (berhubungan dengan Allah) dan dimensi mendatar (berhubungan dengan orang lain); Hablum Minallah dan Hablum Minannas mereka memberitahu kita bagaimana untuk berkelakuan atau ber-adab dengan Allah dan Rasul. 

Juga bagaimana untuk ber-adab dengan sesama manusia. Kebajikan dan syariat dalam Islam seperti ini bertindak sebagai prinsip panduan dalam semua urusan kita, daripada pergaulan sehari-hari kita kepada tingkah laku terhadap negara dan segala-galanya di antaranya. Jujur dengan Aqidah dimaksudkan sentiasa murni dan berada di hadapan fikiran kita pada setiap masa, untuk dipertimbangkan  dan menjadi neraca dalam semua keputusan akan kita buat.

Al Quran dan Sunnah menjelaskan maksud keutamaan ini dengan panjang lebar dengan tujuan untuk mendedahkan kaitannya untuk kita di dunia dan di Akhirat. Bila kita tidak tepat memahami setiap gerak laku dalam hubungan kita dengan Allah dan hubungan kita sesama manusia akan mencacatkan sebagai insan yang beriman. Islam amat memberatkan kepada setiap umat yang mengaku ber -Aqidah dan faham secara umum lingkungan setiap manusia itu mesti jujur dan Ikhlas disertakan dengan niat yang jelas dan murni.

Syariat Islam meliputi setiap ruang kehidupan manusia, sejak lama Islam, amat cermat dalam memimpin manusia manusia Muslim. Selalu ditegaskan, olih Rasulullah juga para Ulama dan juga tentang memahami  hadis dan nasihat Ulama tentang kecenderungan Ummah  dewasa ini tersasar jauh dari cahaya sebenar beragama atau pegangan Aqidah. 

Kejujuran Dalam Islam

 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Kejujuran merupakan tiang utama bagi manusia untuk menegakkan kebenaran dan segala sesuatu yang haq di muka bumi. Allah pun berfirman dalam al Quran: 

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًۭا سَدِيدًۭا ٧٠

 Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar”.

(Ahzab ayat 70)

Dalam agama Islam terdapat beberapa macam sifat jujur yang dibedakan berdasarkan penerapan sifat jujur tersebut, sebagai berikut:

  1. Jujur dalam niatnya atau kehendaknya, artinya seseorang terdorong untuk berbuat sesuatu atau bertindak dengan dorongan dari Allah
  2. Jujur dalam ucapan, yaitu seseorang yang berkata sesuai dengan apa yang dia ketahui atau terima. Ia tidak berkata apapun, kecuali perkataan tersebut merupakan kejujuran.
  3. Jujur dalam perbuatan, yaitu seseorang yang beramal dengan sungguh-sungguh sesuai dengan apa yang ada dalam batinnya.
  4. Jujur dalam janji, artinya dia selalu menepati janji yang telah diucapkan kepada manusia. dia hanya mengucapkan janji yang dia tahu bisa dia tepati. 
  5. Jujur sesuai kenyataan, yang berarti dia menerapkan kejujuran pada segala hal yang dia alami di hidupnya.

Sebagai manusia yang berharap meraih surga, kita harus berusaha untuk menerapkan kejujuran dalam semua hal di atas. Meskipun penerapannya pasti sungguh sulit, kita harus selalu berusaha untuk menjauhkan diri dari sifat dusta atau khianat. Begitu banyak godaan ataupun cobaan yang mendorong kita untuk berbuat tidak jujur. Namun, kita harus ingat bahwa barang siapa yang mampu mewujudkan sifat jujur dalam segala aspek kehidupannya, maka dia akan tercatat sebagai seorang hamba yang shiddiqin dan kehidupan dunia akan membawanya ke surga di akhirat kelak.

Mewujudkan kejujuran dalam segala aspek kehidupan seperti yang disebutkan di atas secara tidak langsung akan menjauhkan kita dari perbuatan-perbuatan yang dilarang. Misalnya, dia tidak akan bersifat riya’, karena dia jujur dengan niatnya melakukan sesuatu yang hanya mencari ridho Allah. Dia juga akan menjauh dari ghibah atau perbuatan fitnah, karena dia jujur dengan ucapannya yang tidak akan berbohong, apalagi jika menyangkut orang lain. Masih banyak lagi manfaat berbuat jujur yang bisa menyelamatkan kita dari perbuatan yang dosa.

Pahala untuk Orang yang Jujur

Telah kita bahas sejak awal bahwa kejujuran bisa membawa kita ke dalam ampunan Allah. Tentu hal ini merupakan keinginan semua manusia. namun, apakah hanya itu saja balasan bagi orang-orang yang bersifat jujur? Berikut ini akan dibahas janji yang diberi oleh Allah untuk orang-orang yang menjunjung tinggi kejujuran:

  1. Masuk surga

Hal ini tercermin dalam hadis riwayat Muslim, dimana Rasulullah bersabda, “Hendaklah kalian (berbuat) jujur! Sesungguhnya jujur menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan menunjukkannya ke Surga. Dan senantiasa seorang (berbuat) jujur dan menjaga kejujurannya hingga ditulis di sisi Allah sebagai Ash-Shiddiq (orang yang jujur)”. 

  1. Dekat dengan para Nabi

Allah berfirman dalam al Quran:

وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ مَعَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّـۧنَ وَٱلصِّدِّيقِينَ وَٱلشُّهَدَآءِ وَٱلصَّـٰلِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُو۟لَـٰٓئِكَ رَفِيقًۭا ٦٩

“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang sholeh, mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya”.

(An Nisaa’ ayat 69,)

Hal ini pasti merupakan impian setiap muslim, untuk bisa bersama dengan para nabi, para sahabat dan orang-orang sholeh. Ganjaran ini merupakan kenikmatan karena kita digolongkan sama derajatnya dengan orang-orang yang mulia di sisi Allah.

  1. Membuat hati tenang

Tidak hanya ganjaran di akhirat, berbuat jujur ternyata juga akan membawa kenikmatan di dunia. Dengan berbuat jujur, kita akan merasakan hati yang tenang, bebas dari kekhawatiran dan rasa was-was yang tidak perlu.

Hasan bin Ali radhiallahu ‘anhu berkata, “Aku hafal dari Rasulullah, ‘Tinggalkanlah perkara yang meragukanmu kepada perkara yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan dan bohong adalah kecemasan”. Sungguh Rasulullah yang telah menganugerahkan ganjaran mulia langsung di dunia untuk orang-orang yang jujur.

  1. Menaikkan derajat

Rasulullah bersabda, “Barang siapa meminta kepada Allah mati syahid dengan jujur, Allah angkat dia ke tingkatan orang-orang yang syahid”

  1. Mendatangkan berkah;

Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah bersabda, 

Penjual dan pembeli (memiliki) pilihan sebelum mereka berdua berpisah, jika berdua berkata jujur dan menjelaskan (kekurangannya) maka diberkahi jual beli mereka. Dan jika berdua menyembunyikan (kekurangan) dan berbohong maka dihapus keberkahan jual beli mereka berdua”.

Dari ganjaran yang disebutkan di atas, kita mengetahui bahwa kenikmatan yang didapat oleh orang-orang yang berbuat jujur, tidak hanya diterimanya di akhirat, namun juga diterimanya di dunia. Maka, alangkah baiknya jika kita mulai membiasakan berbuat jujur dan menjauhkan diri dari perbuatan dusta atau bohong yang menjauhkan kita dari rahmat Allah.

Wallahu a’lam bishawab.



Cinta Yang Sejati

 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


CINTA, lima huruf ini memegang keajaiban yang mengisi dunia kita dengan warna dan kebahagiaan. Kadang-kadang kita mendapatnya dan kadang-kadang kita kehilangannya, tetapi akhirnya ia kekal dalam hati kita, dalam hidup kita kekal jadi nyata atau gagal jadi kenangan. Kita semua menyaksikan tragedi cinta yang sebenar, tidak semua cinta berakhir dengan perkahwinan dan yang tidak semuanya kekal selama-lamanya. 

Apabila anda jatuh cinta dengan seseorang dan itu benar dan apabila ia tidak, Anda rasa dunia akan berakhir untuk anda dan harapan untuk hidup hilang entah ke mana. Anda memisahkan diri anda daripada rakan sekerja dan keluarga dan menetap dalam kemurungan yang merosot. Perasaan yang anda miliki sekarang telah dirasai oleh hampir semua orang yang berhadapan dengan kegagalan cinta. Tetapi anda perlu terus bergerak ke hadapan dan untuk ini, anda perlu mencari ikhtiar yang betul.

Cinta adalah emosi tulen yang menyentuh semua orang dalam hidup. Tetapi apabila hubungan berakhir ia membawa emosi kesedihan dan kesedihan yang tidak berkesudahan. Perpisahan atau kegagalan cinta membuatkan orang hanya membawa kenangan tentang orang yang mereka sayangi. Petikan dan kata-kata kegagalan cinta ini akan menyentuh hati anda jika anda melalui situasi seperti ini dan berasa hancur.

Petikan Kegagalan Cinta Yang Indah

Kata-kata indah tentang kegagalan cinta ini akan membantu anda meluahkan perasaan patah hati anda. Terdapat banyak detik gembira dalam kehidupan seseorang ketika dalam hubungan, tetapi apabila hubungan itu gagal dan anda berpisah dengan orang yang anda sayangi, kesedihan dan kesakitan boleh menjejaskan anda dengan teruk. 

Tiada siapa yang mahu berada dalam hubungan yang tidak memberi manfaat kepada mereka, dan kekal dalam hubungan yang salah boleh lebih menyakitkan daripada perpisahan, itulah sebabnya kadang-kadang orang perlu membuat keputusan. Ahli terapi kaunseling atau kaunselor dalam talian juga boleh membantu anda apabila anda mendapati diri anda dalam dilema, di mana anda tidak dapat membuat keputusan untuk putus atau kekal dalam hubungan.

Bagi orang yang berbeza, sebab untuk memutuskan hubungan juga boleh berbeza tetapi kesakitan dan kesedihan adalah sama. Apabila anda merasakan bahawa orang yang paling anda sayangi, tidak mengambil berat tentang anda lagi, ia paling menyakitkan selepas perpisahan. Sesetengah orang boleh menyembunyikan kesakitan mereka dan yang lain cuba meluah-kannya dengan cara yang berbeza. Petikan tentang kegagalan cinta ini boleh membantu anda meluahkan perasaan anda selepas menamatkan hubungan anda.

Berikut adalah beberapa petikan kegagalan cinta yang akan membantu anda mendapatkan semula keyakinan diri anda dan meneruskan daripada putus cinta.

Cinta Terhebat Semua.

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَندَادًۭا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ ٱللَّهِ ۖ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَشَدُّ حُبًّۭا لِّلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ إِذْ يَرَوْنَ ٱلْعَذَابَ أَنَّ ٱلْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًۭا وَأَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعَذَابِ ١٦٥

(Dan di antara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan (untuk menyembah) selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Tetapi orang-orang yang beriman, lebih mencintai Allah (dari segala sesuatu)) 

(Al-Baqarah 2: 165)

Berapa ramai orang yang sudah berkahwin mengingati hari mereka memandang ke arah pasangan mereka dan menyedari pada masa itu bahawa mereka sedang bercinta? Dan berapa ramaikah wanita Islam yang mengingati cinta, kegembiraan, dan kebahagiaan yang masuk ke dalam hati mereka pada hari mereka melahirkan? 

Walaupun contoh-contoh ini adalah realiti kehidupan, cinta sejati yang saya katakan adalah cinta yang memenuhi semua hati, tanpa berat atom yang tidak disentuh. Di dalam hati kita tetap ada kekosongan, yang benar-benar dapat diisi hanya dengan cinta kepada Dia yang memberi kita kehidupan. Jenis cinta yang paling murni, paling tinggi, dan paling mulia yang wujud adalah cinta kepada Dia yang hati diciptakan untuk mencintai. 

Oleh itu, kepuasan sejati, keselesaan sejati, dan cinta sejati hanya boleh datang dari Pencipta kita, Allahﷻ. Semua kecuali Allahﷻ dicintai kerana cinta yang mereka berikan sebagai balasan. Tetapi Dia dikasihi demi Dia sendiri, dalam segala hal. Akibatnya, semua kebaikan yang berlaku adalah salah satu buahnya dan cabang dari akarnya. 

Cinta kepada Allahﷻ adalah cinta yang sangat besar, ia tidak pernah berhenti untuk diakui, tidak pernah wujud tanpa penghargaan, dan mendatangkan keberkatan sejati bagi orang yang menyimpannya. Apabila anda sangat mencintai seseorang, anda sanggup melakukan apa sahaja untuk mendapatkan kesenangannya. Jadi bagaimana dengan Tuhan kita? 

Tidakkah Dia layak membuat kita berkenan kepada-Nya dalam semua perkara yang kita lakukan? Jika persoalan cinta diajukan kepada mana-mana Muslim, tidak ada yang akan menafikan cinta mereka kepada Allahﷻ. Namun, hakikatnya, cinta yang dituntut tidak benar-benar wujud di dalam hati, kerana jika ia berlaku, tindakan tubuh badan tidak akan bertentangan dengan tuntutan. Oleh itu, untuk orang yang benar-benar menjadi kekasih Allahﷻ, kehidupan mereka harus menunjukkan bukti cinta ini.



 


Saturday

Mendambakan Hidup Bahagia

 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ



Keinginan untuk kebahagiaan adalah keinginan semula jadi, dan kedua-dua ahli falsafah kemanusiaan dan Islam bersetuju bahawa kebahagiaan adalah penghujung akhir, tetapi mereka berbeza pendapat tentang apa tujuan kebahagian dan bagaimana ia harus dicapai. Persoalan utama yang dikemukakan oleh ahli falsafah ialah sama ada kebajikan cukup untuk kebahagiaan, atau sama ada mereka memerlukan barangan luaran seperti kesihatan, kekayaan, dan kawan untuk memenuhi kebahagiaan. 

Kita tahu dari pengalaman bahawa keterikatan yang penuh ghairah kepada barangan luaran seperti kekayaan dan harta benda boleh menyesatkan tujuan kehidupan manusia. Walau bagaimanapun, kita juga tidak boleh menolak idea bahawa barangan luaran ini adalah perlu untuk menyumbang kepada kesejahteraan kita dan untuk memupuk nilai murni.

Tambahan pula, perlu diingat bahawa  Al-Quran bukan semata-mata intelektual, tetapi ia terikat dengan diagnosis penderitaan manusia dan konsep intuitif tentang perkembangan manusia. Oleh itu, ahli etika Islam, dalam percubaan mereka untuk bergelut dengan penderitaan manusia, cuba untuk menyatakan cara hidup di dunia. Mereka tidak hanya berfalsafah tentang etika demi keseronokan akademik. Mereka memberi rumusan teori keinginan yang tidak wajar yang mereka percayai sebagai punca penyakit manusia, sama ada secara fizikal, psikologi, atau rohani. 

Falsafah moral kontemporari banyak yang perlu dipelajari daripada kebijaksanaan falsafah Islam jika ia ingin bergerak melangkaui pendidikan hidup manusia dan mengambil tempatnya dalam kehidupan seharian se-orang insan. Dalam membaca karya-karya ahli etika Islam abad ke-11 seperti al-Isfahani dan al-Ghazali, seseorang mendapati bahawa gaya falsafah-sastera mereka melibatkan seluruh jiwa pembaca dengan cara yang tidak dilakukan oleh risalah prosa etika yang abstrak dan tidak peribadi.

Sebaiknya dalam kita mengejar istilah mencari kebahagian hidup didunia, wajiblah  menjadikan agama sebagai  sempadan yang tegar, agar kita tidak terjebak dengan "wahan"atau cinta dunia yang berlebihan. Seorang insan itu dikatakan bahagia, bila dia sentiasa rasa bersyukur dengan apa yang didapatinya dan bersabar dengan tarikan dunia yang kadang kala menjadi dia "hubbud dunya"  atau cinta dunia.

Tidak Puas dengan Dunia,

                                                 السلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Merasa berpuas hati sangat penting dalam kehidupan seharian kita. Jika seseorang berpuas hati, dia akan hidup dengan aman, harmoni, dan bahagia. Kualiti ini tidak boleh dibeli atau diperoleh melalui kekayaan, harta, kedudukan atau kemasyhuran. Jika seseorang tidak berpuas hati, dia akan gilakan dirinya. Dia akan melakukan yang terbaik untuk memenuhi keperluannya, tetapi dia tidak akan pernah gembira atau berpuas hati. Dia tidak akan pernah merasa tenang. Dia mungkin akhirnya menjadi skizofrenia dan dia mungkin terus hidup dalam kebimbangan dan mengalami gangguan mental.

Masyarakat kapitalis memberikan tekanan yang berat kepada individu supaya menghasilkan atau binasa dan bersaing atau dipecat. Sistem ekonomi sebegini menjadikan yang kaya lebih kaya dan yang miskin semakin miskin. Dalam masyarakat sedemikian tidak ada kepuasan, tiada kepuasan, dan tiada kebahagiaan. Perkara yang sama perlu diterapkan kepada masyarakat bukan Islam yang lain. Krisis dan kemelut psikologi ini memang berlaku dalam mana-mana masyarakat Islam, di mana umat Islam tidak mengamalkan ajaran Islam. Oleh itu, kita telah dinasihatkan oleh Allah dan Rasulullah tentang cara untuk berpuas hati.

Al-Qur’an penuh dengan ayat-ayat yang menasihati kita agar tidak terpengaruh dengan godaan duniawi. Berikut adalah pilihan beberapa Ayat mengenai perkara ini.

Di satu tempat, Allah memberitahu kita di dalam Surah Al-Kahfi bahawa kita tidak boleh terlalu menikmati perkara yang baik; iaitu kekayaan dan anak-anak:

ٱلْمَالُ وَٱلْبَنُونَ زِينَةُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَٱلْبَـٰقِيَـٰتُ ٱلصَّـٰلِحَـٰتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًۭا وَخَيْرٌ أَمَلًۭا ٤٦

Harta benda dan anak pinak itu, ialah perhiasan hidup di dunia; dan amalanl 

soleh yang kekal faedahnya itu lebih baik pada sisi Tuhanmu sebagai 

pahala balasan, dan lebih baik sebagai asas yang memberi harapan. 

(Al-Kahf: 46

 Di tempat lain, Allah memberitahu kita dalam Surah Al-Hadid bahawa urusan dunia adalah hiburan sementara di mana orang boleh tertipu:


ٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا لَعِبٌۭ وَلَهْوٌۭ وَزِينَةٌۭ وَتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌۭ فِى ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَوْلَـٰدِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ ٱلْكُفَّارَ نَبَاتُهُۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَىٰهُ مُصْفَرًّۭا ثُمَّ يَكُونُ حُطَـٰمًۭا ۖ وَفِى ٱلْـَٔاخِرَةِ عَذَابٌۭ شَدِيدٌۭ وَمَغْفِرَةٌۭ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنٌۭ ۚ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلْغُرُورِ ٢٠

 "Ketahuilah kamu (semuanya), bahawa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan dan bermegah-megah dan berbanyak-banyak, harta kekayaan dan anak-anak kamu. keluarlah, menggembirakan (hati) orang-orang yang bercocok tanam, kemudian ia menjadi kering, kamu akan melihatnya menjadi kuning, kemudian menjadi kering dan hancur lebur, tetapi di akhirat beroleh azab yang pedih (bagi orang-orang yang berbuat zalim) dan keampunan dari Allah. dan keredhaan-Nya (bagi hamba-hamba Allah.. Dan apakah kehidupan dunia ini, melainkan harta benda dan harta benda yang menipu?

(Al-Hadid: 20)


Di tempat lain, Allah berpesan kepada kita dalam Surah Ali-Imran supaya tidak terpengaruh dengan godaan duniawi dan tarikannya:


ٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا لَعِبٌۭ وَلَهْوٌۭ وَزِينَةٌۭ وَتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌۭ فِى ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَوْلَـٰدِ ۖ 

كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ ٱلْكُفَّارَ نَبَاتُهُۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَىٰهُ مُصْفَرًّۭا ثُمَّ يَكُونُ حُطَـٰمًۭا ۖ وَفِى ٱلْـَٔاخِرَةِعَذَابٌۭ 

شَدِيدٌۭ وَمَغْفِرَةٌۭ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنٌۭ ۚ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلْغُرُورِ ٢٠

  
"Dihiaskan (dan dijadikan indah) kepada manusia: kesukaan kepada benda-benda yang diingini nafsu, iaitu perempuan-perempuan dan anak-pinak; harta benda yang banyak bertimbun-timbun, dari emas dan perak; kuda peliharaan yang bertanda lagi terlatih; dan binatang-binatang ternak serta kebun-kebun tanaman. Semuanya itu ialah kesenangan hidup di dunia. Dan (ingatlah), pada sisi Allah ada tempat kembali yang sebaik-baiknya (iaitu Syurga)..” 

(Al-Imran: 14)

      Agar hidup aman dan harmoni, agar tidak tertipu oleh hiburan duniawi, agar tidak terganggu dengan apa yang orang lain miliki, dan untuk merasa puas dan puas dengan apa yang ada; Rasulullah menasihati melihat orang yang lebih rendah daripada kita. Dengan melihat keadaan mereka yang kurang gaji, kurang jawatan, kurang harta, dan kurang harta, kita akan bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang kita perolehi dalam hidup. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda:

"Lihatlah kepada orang yang lebih rendah daripada kamu, dan jangan lihat kepada orang yang lebih tinggi daripada kamu, supaya kamu tidak menghinakan nikmat Allah kepada kamu."

(Mutfakun Alaih)

Untuk mengelakkan kebimbangan dan untuk mengelakkan kebimbangan dan kegelisahan, seseorang itu perlu berpuas hati dan berpuas hati dengan apa yang dia ada. Untuk memenuhi keperluan, keinginan, dan keperluan duniawi anda, seseorang harus melihat keadaan mereka yang kurang berfaedah. Dalam hal ini, berikut ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahawa Rasulullah bersabda:

"Apabila seseorang melihat orang yang lebih baik harta dan kecantikannya, hendaklah dia melihat kepada orang yang lebih rendah daripadanya."

(Bukhari).

Untuk bertengkar, seseorang harus ingat bahawa dia tidak boleh menipu orang lain untuk mendapatkan sebahagian daripada keuntungan duniawi harta dan harta. Dia tidak sepatutnya menjalankan kehidupan akhirat. Dia sepatutnya mempunyai tahap kepuasan dalam mendapatkan apa yang dia sasarkan. Dia harus mengakui bahawa dia tidak akan hidup kekal di sini. Dia harus sedar bahawa dengan mengejar kehidupan, dia akan menjadi hamba kepada dunia ini.Rasulullah bersabda:

“Tinggalkan kenikmatan dunia, niscaya Allah akan menyukaimu, dan tinggalkan apa yang orang lain miliki, niscaya manusia akan menyukaimu.”

Dalam hadis lain, Rasulullah memberi amaran kepada semua orang yang ingin mendapatkan wang, harta dan harta. Dia memberi amaran kepada mereka untuk tidak membuat diri mereka gila untuk perkara-perkara ini. Rasulullah  bersabda: “Celakalah orang yang menyembah dinar dan dirham; orang yang mengejar baldu dan pakaian yang panjang. Jika dia diberi daripada mereka, dia akan berpuas hati; tetapi jika dia tidak diberikan daripada mereka, dia tidak akan redha.”

(Bukhari)

Kepuasan adalah harta yang tidak akan pernah habis. Kita perlu redha dan berpuas hati dengan sedikit yang kita ada. Kami melakukan yang terbaik; kita berusaha bersungguh-sungguh dan serahkan hasilnya di tangan Allah. Ingatlah bahawa Rasulullah  tidak pernah meninggalkan apa-apa selepas kematiannya kecuali kudanya, senjatanya, dan keamanan tanah yang diamanahkan untuk digunakan sebagai sedekah.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ


By Dr. A. Sakr

Islam Dalam Perspektif Tentang Kehidupan

[Foto Illustrasi] Dalam perjalanan hidup, hubungan dengan Allah adalah sauh utama, bertindak sebagai asas untuk keamanan, tujuan, dan kekuat...