Thursday

Kenikmatan yang tiada hentinya - Bagi Yang Takwa


Kenikmatan yang tiada hentinya bagi yang Taqwa.

Allahﷻ akan memberikan nikmatnya berupa kesenangan dalam keadaan yang tidak diduga pada semua kaum muslim yang bertawakal hanya karena allah. Seseorang yang mau bekerja dengan jalan kebaikan,  tidak pernah mengeluh akan pekerjaannya  dan selalu bertawakal ketika selesai berikhtiar maka akan kembali pula manfaat yang baik bagi dirinya tanpa dia duga duga sebelumnya.

Ada hadist yang berkaitan dengan masalah kesabaran seseorang dalam menjalankan pekerjaannya yang dilakukan atas jalan kebaikan dan tawakal:

وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَـٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَـٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ١٠٥

“Bekerjalah kamu sekalian maka allah sanRasullnya serta orang orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu. dan kamu akan dikembalikan kepada allah yang maha mengetahui segala yang ghaib dan yang nyata. Lalu diberikannya balasan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” 

(QS. AT-taubah :105)

Sebagaimana firman Allahﷻ:

فَمَآ أُوتِيتُم مِّن شَىْءٍۢ فَمَتَـٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ خَيْرٌۭ وَأَبْقَىٰ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ ٣٦

Oleh itu, apa jua yang diberikan kepada kamu, maka ia hanyalah nikmat kesenangan hidup di dunia ini sahaja, dan (sebaliknya) apa yang ada di sisi Allah (dari pahala hari akhirat) adalah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman dan yang berserah bulat-bulat kepada Tuhannya; .” 

(QS. Asy-syuro :36)


Mantap Iman dan Benteng Godaan Syaitan

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 


Seseorang yang bertawakal setelah berikhtiar karena   Allahﷻ maka dalam hidupnya allah akan memberikan bantuan berupa dikuatkanya hati dan dijauhkan dari godaan syaitan. Seperti apa yang dikatakan dalam Firman allah:

“Sungguh, syaitan itu tidak berpengaruh terhadap orang orang yang saleh dan beriman dan bertawakal kepada tuhannya.”  

(QS.An-Nahl:99)

Sebagai seorang muslim yang berbakti, kita dianjurkan untuk bertafakur dan mendekatkan diri kepada   Allahﷻ. agar iman kuat serta jauh dari godaan.

Iman seseorang biasanya mengalami pasang surut, dengan berbagai alasan yang ada, semisal adanya berbagai godaan duniawi yang dilarang oleh   Allahﷻ.

Untuk menjauhi hal tersebut dan  agar iman tetap kuat, kita diwajibkan untuk rajin beribadah dan berdoa setiap saat kepada  Allahﷻ.

 Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya hati anak Adam yang berada di antara dua jari Dzat Yang Maha-Rahman itu bagaikan satu hati saja. Dia selalu mengubah-ubahnya sesuai dengan kehendak-Nya". 

(HR. Tirmidzi)

Ada beberapa doa yang bisa kita lafalkan agar iman menjadi lebih kuat, tidak tergoyahkan, dan jauh dari godaan.

Berikut bacaan doa untuk menguatkan iman, jauhkan dari godaan, seperti disadur 

Sebagai seorang muslim, banyak godaan untuk terjerumus ke jurang kesesatan. Agar selalu dilindungi dan terhindar dari kesesatan, Anda bisa memanjatkan doa ketetapan iman berikut ini, yang dikutip dari Al-Qu'ran Surat Al Imran ayat 8:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً ۚاِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ

 " Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi."

( Al Imran ayat 8)

 

Agar Anda makin teguh dalam memeluk agama Islam, Anda bisa membaca doa ketetapan iman untuk agama berdasarkan hadis riwayat Imam Ahmad berikut ini:

‎‏اللَّهُمَّ يا مُقَلِّبَ القُلُوبِ ثَبِّتْ قَلبَيْ على دِيْنِكَ

 " Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku atas agama-Mu."

(imam Ahmad Hanbal)

(والله أعلمُ بالـصـواب)


اٰمِيۡن   بِجَاهِ   النَّبِيِّ  الۡاَمِيۡن   صَلَّى  اللّٰهُ  عَلَيۡهِ وَاٰلِهٖ وَسَلَّم

Amin demi Nabi yang beriman, semoga Allah merahmati baginda dan keluarga baginda 

serta memberi kesejahteraan kepada mereka. 

Antara Hati, Jiwa dan Nurani


Maha Suci Allah, Adakah kita dijadikan cuma sia-sia sahaja? Seringkali kita mendengar ungkapan "tidak berhati perut".  Ungkapan ini lebih jauh bermakna jika kita sebagai makhluk yang dijadikan mengerti apakah itu "Jiwa". Malah akan kenal kita antara hati,jiwa,nurani dan pelbagai lagi nama sehingga kita kenal berjiwanya kita bila faham dimana letaknya "ehsan".  Maka jika kita berusaha mencari dan bersungguh memahami kenapa keberadaan kita didunia yang akan pasti fana dan lebur. Jika faham akan tujuan kita di zahirkan ke dunia, tanpa dalih apa-apa, jika kembali kepada firman Allah Rabbul Jalil: 

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ إِنِّى جَاعِلٌۭ فِى ٱلْأَرْضِ خَلِيفَةًۭ ۖ قَالُوٓا۟ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّىٓ أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ ٣٠

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi". Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): "Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal kami sentiasa bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu?". Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya".

Manusia, dalam hubungannya dengan  Allahﷻ, melalui pelbagai situasi di mana sifat hunbungannya dengan yang ghaib nampaknya berubah. Sebagai contoh, dalam kehidupan kesehariannya, apabila dia sedar dan sedar akan rangsangan yang datang kepadanya dari dunia luar dan tanggapannya sendiri, dia hanya dapat melihat perkara-perkara mengikut kadar kesedaran sedar ini dan had yang ditetapkan padanya. oleh badan nya yang zahir.

Apabila kita terjaga semua tindakan kita secara sedar dikawal oleh minda kita. Namun keadaan ini berubah apabila kita tidur dan mula bermimpi, kerana dalam keadaan ini kita tidak lagi mengawal apa yang kita lakukan atau ingin lihat, kita seolah-olah dapat melakukan perbuatan yang mustahil secara fizikal; kita boleh terbang dan kekal tergantung di udara; kita melihat makhluk aneh tidak seperti apa-apa di bumi; kita berjumpa dan bercakap dengan orang yang telah lama meninggal dunia. Semua ini berlaku semasa mata kita tertutup. Apa yang sebenarnya dilihat bukanlah mata, tetapi jiwa.

Oleh itu, jiwa mesti mempunya tujuannya sendiri dan dapat bertemu dengan mereka yang telah lama meninggalkan dunia ini. Adalah jelas bahawa apabila kita tidur, kita benar-benar hidup dalam dunia yang berbeza di mana kita dapat bertemu dengan nenek moyang kita dan melihat dan melakukan perkara-perkara yang bertentangan dengan akal dan logik serta undang-undang fizikal yang mengawal kehidupan kita di dunia ini.

Tetapi apakah yang membolehkan kita, apabila kita sedang tidur nyenyak, untuk melihat dan melakukan perkara yang mustahil untuk dilihat atau dilakukan apabila kita terjaga? Apa yang membolehkan kita membayangkan tempat-tempat yang tidak dikenali dan bertemu dengan orang yang tidak dikenali dalam mimpi kita, yang sukar untuk kita ingat apabila bangun: Bagaimanakah semua ini dapat dijelaskan? Sesiapa yang cuba menjelaskan fenomena ini akan meraba-raba dalam kegelapan kerana tiada manusia boleh berpura-pura memiliki pengetahuan tentang undang-undang yang mengawal jiwa semasa badan fizikal masih hidup atau mati. Jiwa adalah fenomena yang Allah simpan di luar pengetahuan manusia.

 Oleh itu, adalah lebih bijak, dalam keadaan ini, untuk mengakui kejahilan kita tentang perkara-perkara seperti itu dan berpuas hati untuk memuliakan-Nya dan mengakui keunikan dan tiada tandingan-Nya. 

Analogi berikut mungkin menjelaskan mengapa lebih baik berdiam diri mengenai pengetahuan yang tidak mungkin kita miliki.


bersambung:

Friday

Teguh iman dan Tidak Putus Asa - Bagi Yang Takwa.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 


Tawakal dapat merubah sifat egois atau mudah menyerah menjadi lebih sabar dan dapat pula memperkuatkan iman serta membuat seseorang ingin selalu berterimakasih ( bersyukur )  pada Allahﷻ atas apa yang telah diberikan selama ini. Maka dari itu sebaik baiknya orang yang beriman adalah yang mempunyai sifat tawakal.

Diriwayatkan dalam hadist bahwa:

“Semangatlah kalian terhadap hal hal yang bermanfaat bagi kaalian dan mohonlah pertolongan kepada allah.” 

(HR. Muslim 2664)

Seacara tidak langsung sifat tawakal dapat menjadikan seseorang menjadi lebih mandiri dan dewasa dalam menyelesaikan masalah dunia yang sedaang dihadapinya tanpa harus merugikan pihak manapun. Sifat tawakal dapat menjadikan seseorang mampu memahami kekurangan dan kelebihan atas apa yang telah Allahﷻ berikan, kondisi ini dapat membuat seseorang menjadi lebih biasa untuk menghargai kekurangan orang lain.

Bila Maqam Taqwa yang  hanya menyerahkan segala urusan kepada Allahﷻ sudah pasti hati,jiwa dan nurani lebih mantap dan tidak akan pernah mahu berputus asa. 

Diriwayatkan dalam hadist bahwa:

“Hendaklah hanya kepada allah sajalah orang mukmin itu bertawakal, Dan bertawakalah kepada allah yang maha hidup (abadi) yang tidak akan pernah binasa. maka bertasbihlah atas namanya dan pujilah dia.” 

(QS. Al-furQan:58)

(والله أعلمُ بالـصـواب)


اٰمِيۡن   بِجَاهِ   النَّبِيِّ  الۡاَمِيۡن   صَلَّى  اللّٰهُ  عَلَيۡهِ وَاٰلِهٖ وَسَلَّم

Amin demi Nabi yang beriman, semoga Allah merahmati baginda dan keluarga baginda 

serta memberi kesejahteraan kepada mereka.


baca juga: manfaat beriman kepada Allah)

Perilaku Yang Perlu Untuk Tawakal

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 


Inilah Yang perlu anda ketahui tentang perilaku yang berhubungan dengan Tawakal

  • Tahukah andaa bahwa keimanan seseorang tidaklah dapat terpisahkan dari yang namanya tawakal atau yang lebih dikenal sebagai perilaku yang berserah diri pada Allahﷻ dengan hati yang ikhlas, tulus tanpa dorongan atau paksaan dari pihak manapun.
  • Sesungguhnya seseorang belum pantas disebut  telah menjadi orang yang beriman. sedangkan segala tindakannnya sehari hari ditengah masyarakat tidak didasari oleh sifat yang tawakal. Tawakal membutuhkan hati yang sabar, berbesar hati dengan apa yang telah terjadi atas dirinya, dan senantiasa berusaha untuk bangkit kembali dari kegagalan atau keterpurukan, agar memperoleh apa yang diridhai Allahﷻ.
  • Banyak orang yang melakukan tawakal tetapi tidak mau berusaha untuk merlakukan ikhtiar. orang oraang tersebut hanya yakin jika bertawakal karena allah taanpa usaha apapun, allah akan memenuhi segala yang mereka inginkan. sesuatu yang dilakukaan tanpa kerja keras sesungguhnya tuhan tidak akan merubah nasibnya.
  • Masih banyak orang yang bertawaakal dan melakukan ikhtiar tetapi tidak di imbangi dengan adanya doa doa. Mereka bekerja keras untuk bisa sukses dan bertawakal setelahnya tetapi tak ada satu doapun yang dia panjatkan kepada Allahﷻ setelahnya. ini sama saja tidak baik karena ketidak seimbangan tindakan manusia yang bekerja dan bertawakal tetapi tidak berdoa , ini sama saja ibarat seperti anda menaiki sepeda berkeliling dunia tetapi tidak memahami apa tujuan yang sesungguhnya.
  • Bertawakal kepada selain Allahﷻ adalah tindakan yang berdosa dan dilatnat oleh allah. Pada jaman sekarang masih ada yang menyerahkan dirinya pada hal hal yang berbau klenik (ghaib) seperti percaya dan berdoa pada pohon besar yang berusia ribuan tahun, percaya dan berdoa pada benda benda warisan yang berusia jutaan tahun dan lain lain. Sesungguhnya semua yang mereka percayai itu tunduk pada allah dan tidak perlu disembah atau dimintai pertolongan. mintalah saja pada Allahﷻ, jika kita memohon pertolongan atas dasar yang jujur , sabar dan dengan tawakal yang tulus tanpa dorongan dari pihk manapun, maka segalanya akan terwujud dengan sendirinya.
  • Mengajak ramai orang untuk memiliki sifat tawakal adalah perbuatan yang disukai Allahﷻ, dimana sifat tawakal itu adalah bahagian dari sifat orang orang yaang beriman. Pelajaran dan pengalaman tentang Sifat tawakal dapat diberikan pada anak anak usia awal sehingga pada saat mereka beranjak dewasa mereka sudah memahami dengann benar bahkan telah memiliki sifat tawakal tersebut yang nantinya dapat dibawa bersama cita citanya dimasa depan.

Catatan penting :

Apapun yang telah diberikan kepada kita sebaiknya kita syukuri dan hendaknya senantiasa merasa cukup dengan rezeki yang telah dia ( Allahﷻ) berikan.  Ketika seseorang selalu merasa cukup dan tawakal maka dengan sendirinya kehidupannya akan mengalami ketenangan dan kesuksesan. Semua itu Kerana Allahﷻ telah mencukupkan rezekinya dari segala arah yang tidak mereka sangka sangka sebelumnya.

(والله أعلمُ بالـصـواب)


اٰمِيۡن   بِجَاهِ   النَّبِيِّ  الۡاَمِيۡن   صَلَّى  اللّٰهُ  عَلَيۡهِ وَاٰلِهٖ وَسَلَّم

Amin demi Nabi yang beriman, semoga Allah merahmati baginda dan keluarga baginda 

serta memberi kesejahteraan kepada mereka.


 

Takwa Asas Hidup Di Dunia dan Akhirat

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 



Hidup manusia tidak selalu menyenangkan dan tidak selamanya pula akan berjalan hanya dalam kesulitan. Untuk menjalani semua itu memerlukankan jiwa yang kuat , tidak mudah menyerah dan pantang untuk mundur kerana gagal.


Kelebihan ini sangat diperlukan, adanya sifat yang tawakal atau berserah diri pada  Allah dengan hati yang ikhlas. Tulus tanpa dorongan dan paksaan dari siapapun. Berikut ini adalah manfaat dari sifat berserah diri kerana  Allah atau tawakal;

Dengan berbekal sifat tawakal maka seseorang dijamin oleh  Allah akan selalu diberikan ke jalan kemudahan didunia dan dikhirat berapapun besarnya kesusahan atau kesulitan yang sedang dihadapinya.

Firman Allah:
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ وَأَحْصُوا۟ ٱلْعِدَّةَ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ رَبَّكُمْ ۖ لَا تُخْرِجُوهُنَّ مِنۢ بُيُوتِهِنَّ وَلَا يَخْرُجْنَ إِلَّآ أَن يَأْتِينَ بِفَـٰحِشَةٍۢ مُّبَيِّنَةٍۢ ۚ وَتِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ ۚ وَمَن يَتَعَدَّ حُدُودَ ٱللَّهِ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُۥ ۚ لَا تَدْرِى لَعَلَّ ٱللَّهَ يُحْدِثُ بَعْدَ ذَٰلِكَ أَمْرًۭا ١

“Barang siapa yang bertawakal kepada Nya, niscaya dia akan membukakan jalan keluarnya dan dia memberikan rezekinya dari arah yang tidak disangka sangka. dan barang siapa yang bertawakal kepadanya kepada Allah niscaya allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan janji-nya, sungguh Dia telah mengadakan ketentuan bagi setiap manusia.” 

(Qs, Ath-thalaq:1-2)

Tawakal dapat merubah sifat egois atau mudah menyerah kalah menjadi lebih sabar dan dapat pula mempertebal iman serta membuat seseorang ingin selalu berterimakasih ( bersyukur )  pada  Allah atas apa yang telah diberikan selama ini. Maka dari itu sebaik baiknya orang yng beriman adalaah yang mempunyai sifat tawakal.

Diriwayatkan dalam hadist bahwa:

“Semangatlah kalian terhadap hal hal yang bermanfaat bagi kalian dan mohonlah pertolongan kepada Allah Yang Maha Pemurah.” 

(HR. Muslim 2664)

(والله أعلمُ بالـصـواب)


اٰمِيۡن   بِجَاهِ   النَّبِيِّ  الۡاَمِيۡن   صَلَّى  اللّٰهُ  عَلَيۡهِ وَاٰلِهٖ وَسَلَّم

Amin demi Nabi yang beriman, semoga Allah merahmati baginda dan keluarga baginda 

serta memberi kesejahteraan kepada mereka.








(baca juga: manfaat beriman kepada Allah)




Tiada Hisab - Bagi Yang Ikhlas Bertaqwa

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Rasulullah masuk surga tanpa hisab. allah memberikannya kemudahan atas segala perbuatannya yang baik dan selalu berjalan diatas kebenaran dan bertawakal dalam keadaan apapun.

Sebagaimana Rasulullahﷺ bersabda:

Mereka yang tidak mengata-ngata, tidak bercakap kata bohong,  tidak mencuri hak orang lain,  tidak membuat ramalan ramalan yang buruk kepada rabb mereka bertawakal, maka surga akan menjadi milikmu.” 

(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)

Ada 70 umatku yang akan masuk surga tanpa hisab. Mereka adalah orang orang yang tidak percaya pada masalah masalah tathayyur (tentang kesialan). tidak meminta untuk dirugyah, Tidak mau menjalankan pengobatan dengan key (semacam besi panas yang dilekatkan padaa bagian tubh seseorang sebagai media pengobatan) dan bagi porang orang yang bertawakal pada rabb mereka.” 

(Muttafaqun ‘Alaih)

 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ    

 "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.

(Surat Al-Imran:102)


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَذَرُوْا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبٰوٓا اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ  

 "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang mukmin."

(Surat Al-Baqarah 278)


يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَّا يَجْزِيْ وَالِدٌ عَنْ وَّلَدِهٖۖ وَلَا مَوْلُوْدٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَّالِدِهٖ
 
شَيْـًٔاۗ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۗ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللّٰهِ الْغَرُوْرُ 
  

"Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah akan hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat membela anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) membela bapaknya sedikit pun! Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kamu diperdaya oleh kehidupan dunia dan jangan sampai kerana (kebaikan-kebaikan) Allah kamu diperdaya oleh penipu"

(Surah Lukman : 33)


 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ    

"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tetaplah bersama orang-orang yang benar"

(Surat At-Tawbah 119 )  

(والله أعلمُ بالـصـواب)


اٰمِيۡن   بِجَاهِ   النَّبِيِّ  الۡاَمِيۡن   صَلَّى  اللّٰهُ  عَلَيۡهِ وَاٰلِهٖ وَسَلَّم

Amin demi Nabi yang beriman, semoga Allah merahmati baginda dan keluarga baginda 

serta memberi kesejahteraan kepada mereka.


Islam Dalam Perspektif Tentang Kehidupan

[Foto Illustrasi] Dalam perjalanan hidup, hubungan dengan Allah adalah sauh utama, bertindak sebagai asas untuk keamanan, tujuan, dan kekuat...