Tauhid, Tunggak Kepercayaan [2].
Kepercayaan dan keyakinanitu dipelihara baik-baik, diasah dan diasuh; dijadikan "tujuan hidup, didunia". Sehingga akhirnya, tidak lagi membelok kepada yang lain, dan tidak berbilang, tidak dua dan tidak pula tiga, akan tetapi "hanya satu yang tunggal jua" Disini kepercayaan tadi mendapat salurannya yang wajar. Itulah "Tauhid". Ke-Esaan kepercayaan,atau pemusatan kepercayaan. Bukan mencari-cari kepercayaan dari luar. Sebab kepercayaan telah ada dalam diri. Kewajipan kita hanya memelihara kepercayaan asli yang telah ada itu. Sehingga dibuka pintu seluas-luasnya buat berjuang mencari sendiri dalam arena hidup. Pedoman dalam mencari itu ialah akal murni kita tadi. Allah ﷻ pun mengakui dalam merenangi hidup itu kita akan tersilap. Akan pernah salah. Tetapi hal itu akan dima'afkan Allah ﷻ. Sebab itu Allahﷻ berfirman; " Sesung guhnya Allah tidak akan mengampunkan dosa orang yang mempersekutukanNya dengan sesuatu (apa jua), dan akan meng...