Istiqamah Dengan Iman
Semakin matangnya akal kita maka tumbuhlah pula kepercayaan akan adanya Zat Yang Maha Kuasa. Semakin lanjut dan jauh perjalanan akal, bertambah nampaklah adanya kebenaran, ke-elokan, keindahan dan kesucian didalam alam sekeliling kita. Semuanya itu menambah kokohnya iman.
Sememangnya kadang-kadang ada juga timbul ragu akan "adaNYA". Tetapi bila mana keyakinan tadi dicoba melepaskan, teraslah bahawa keraguan tidaklah hilang. Malah bertambah ragu. Sebab itumaka percubaan untuk memastikan tidak ada "NYA", adalah mencuba membongkar apa yang telah berakar umbi didalam hati.
Sebab itu datanglah Sufyan Bin Abdullah رضي الله عنه yang bergelar "Abu Amrah" kepada Rasulullahﷺ meminta fatwa yang cuma segengam picing, tentang pendirian dalam kehidupan. Abu Amrah minta diterangkan inti -agama, yang jikalau Utusan Allahﷻ itu mengajarkan kepadanya, dia tidak perlu bertanya kepada orang lain lagi.
Rasulullahﷺ memberikan penjawapannya sekali jawab, sabda Rasulullahﷺ;
"Katakanlah!: Aku percaya kepada Allah, dan pegang teguhlah pendirian itu"
Dalam bahasa ArabNya: “قل آمنت بالله ثم استقم”
Jadi, Rasulullahﷺ menyuruh, memegang teguh persediaan pertama itu, kepercayaan pertama atau intuisi pertama, yaitu;
"Allah ada dan aku percaya kepada Nya"
DIA, ada didalam hati sanubari setiap manusia yang berakal.
Kita akan pernah merasa puas dan pernah pula merasa kecewa. Kita akan juga tempuhi rasa ragu-ragu, akan tetapi terang benderang pun akan ada didalam jiwa kita, dan ada juga berjumpa gelap dan gelita. Namun tetap satu hal yang tidaklah akan pernah padam, meskipun diakui dia juga pernah redup diselaputi awan, namun hilang sama sekali dia tidak.
Yang satu itu ialah kepercayaan akan ada "Allahﷻ" !!
Atas kepercayaan yang satu itulah yang disuruh pelihara baik-baik, dipegang teguh-teguh, sebab inilah "pangkal tempat bertolak", dan ini pulalah keputusan dari segala hukum.
Kalau di-alam besar cekerawala (Universe) ada Matahari, yang tidak pernah padam sinarnya, maka didalam alam kecil, yaitu Insan pada diri kita, kepercayaan itulah mataharinya.
Teguh memelihara dan memegang kepercayaan itu, itulah yang dinamakan "Istiqomah".
Maka tegaklah dengan teguh,istiqomahlah, laksana batu karang diujung pulau, menerima hempasan ombak dan gelombang yang mengulung; setiap ombak dan gelombang datang, setiap itu pula ia membawa zat yang akan menambah kukuh dirinya.
Dan tegaklah dengan teguh, istiqomahlah,laksana sebatang pohon beringin ditengah padang; menerima segala angin sepoi dan angin badai. Kadang berderak-derik. laksana akan terban runtuh, terhoyong hayang kekiri dan kekanan. Demi angin berhenti dan alam tenang, dia tegak pula kembali dn urat-akarnya terhunjam kedalam petala bumi.
marlengo


Comments
Post a Comment