Tauhid, Tunggak Keimanan.[1] - bersauh sebentar
Disini kepercayaan tadi mendapat saluran nya yang wajar. Itulah dia " tauhid". Ke-Esaan kepercayaan, atau pemusatan kepercayaan .
Bukan mencari2 kepercayaan dari Iuar. Sebab kepercayaan telah ada dalam diri . Kewajiban kita hanya memelihara kepercayaan asli yang telah ada itu. Sehingga dibuka pintu seluas2 nya buat berjuang mencari sendiri dalam arena hidup. Pedoman dalam mencari itu ialah akal murni kita tadi . 'Allah-pun mengakui dalam merenangi hidup itu kita akan tersilap. Akan pernah salah . Tetapi hal itu akan dimaafk an Tuhan .
Sebah itu Tuhan berfirman:
"Sesungguhnya Allah tidaklah dapat memberi ampun jika dia mempersharikatkan dengan yang lain. Dan Tuhan akan memberi ampun kesalahan selain dari itu, bagi barang siapa yang dikehendakiNya"
"Dan barang siapa yang mem-pershariikatkan Allah dengan yang lain.
sesungguh dia ,telah sesat; sesat yang amat jauh,"
. (Q.s . 4 AN - NISA' : 11 6).
Jika terlanjur kedalam suatu jurang kesalahan, dapatlah dimaklumi.
Sebab manusia terjadi dari pada darah dan daging. Kumpulan aka1 sehat dengan nafsu angkara. Tetapi, asal manusia tctap memelihara ke-Esaan kepercayaan (tauhid), tidaklah akan terulang dua kali berbuat salah yang serupa. namun apabila "istiqamah" tetap ada, nilai jiwa akan bertambah baik.
Sehingga Rasulullahﷺ pernah memastikan didalam sabdanya : "Tidaklah akan berzina seorang penzina melainkan kerana dia mushrik . Tidaklah akan mencuri si-pencuri melainkan kerana dia mushrik .
(Riwayat Buhkhari & Muslim ).
Itulah faedah "istiqamah" yang negatif.
Faedah yang amat besar lagi bagi jiwa didalam menempuh hidup, karena adanya " istiqamah" ialah hilangnya rasa takut dan hilangnya rasa duka-cita.
Takut dan dukacita adalah dua hal yang menjacli penghalang besar dalam kemajuan hidup'. Itulah dllri dan itulah pula batu pcnarllng. Maka berfirmanlah Tuhan"
"Sesungguhya orang2 yang telah berkata: " Tuhanhu ialah .Allah", kemudian istiqamah dalam pendirian itu, akan turunlah kepada mereka malaikat ; supaya mereka jangan merasa takut dan jangan merasa dukacita. Dan beri kabar gembiralah mereka dengan surga yang dljanjikan buat mereka" .
QS Fusilat 30
Tak mungkin ada rasa takut pada orang vang istiqamah . Kepada siapa takut?
Adakah yang Maha Kuat didalam alam ini selain Allah?
Adakah yang berkuasa menjatuhkan bahaya, memberikan Mudarat dan manfa'at dalam lingkungan alam ini selain Tuhan?
Adakah sesuatu yang berkuasa sendiri . bergerak dan berdiam diluar lingkungan kuasa Tuhan ?
Tidak ada! hidllp yang hanya sementara. Kemclaratan hukanlah kehilangan harta benda. Kemelaratan ialah apabila kehilangan .. istiqamah" didalam diri kita.
Yang paling ditakuti ialah malIc Padahal luput daripada istiqamah itu ada lah lebih sakit dan lebih berbahaya dari maut itu sendiri .
Dan satu waktu sangatlah mulia dan tinggi harga maut itu .
"Almantu ayatu -habbish shadiq - maut adalah alamat cinta yang sejali".
Dan apa yang menyebahkan hati di-timpa duka, gundah-guiana, bermuram durja
Sebab mcrasa ada yang hilang. Yang dia hari tidak dapat, yang tak dicari , itu yang dapat. Yang di-ingini terlalu jauh, sedang yang tak di-ingini terlalu dekat. Orang telah dahulu pergi, di-tunggu2 juga. Sedang yang belum datang ditungkasi.
Sebab datangnya kedukaan, adalah kerana "salah pasang". :Meletakkan nilai kepada barang yang tidak bernilai; melupakan nilai dari yang sebenarnya bernilai .
Cubalah pasang dan susur jiwa kembali. Kembali kedalam istiqamah, niscaya terbukalah kembali hijab. Niscaya hilanglah bayang2 dari Sesuatu vang tidak ada hakikatnya itl! .
Yang menimbulkan takut dan duka adalah kesepian jiwa, jiwa yang tidak mendapat teman karib. Maka siapakah teman karib yang lebih daripada Tuhan? Siapakah teman karib yang lebih daripada malaikat? Duduk sendiri pun kita ramai juga.
Inilah faedah istiqomah yang positif. Peliharalah bekal pertama itu dan istiqamahlah dengan dia. Supaya kita jangan merasa sepi sendirian dan jangan meraba2, Tuhan-pun menyediakan jalan lurus yang akan kita tempuh.
Kita ingin jiwa yang istiqamah mendapat jalan yang istiqamah pula. :'Maka datanglah wahyu i!lahi. Diutuslah Jibril kepada Muhammad, dan dia utuskan Muhammad kepada kita. Maka berfirmanlah Tuhan dengan perantaraan Muhammad itu:
" Dan inilah jalan yang lurus , ikutilah dia dan janganlah kamu ikuti jalan2 yang lain , karena demikian , niscaya akan berpechah- belahlah kamu daripada jalan yang asal. itulah dia wasiat Tuhan kepada mu . agar kamu terpelihara " .
(Q.:s al anam ayat 153
:Niat hati hendak istiqamah; dan Tuhan-pun memang menyediakan jalan yang mustaqim. Perjumpaan kehendak kita dengan jalan yang disediakan itulah tujuan hidup yang sejati.
Untuk itu kita di suruh , se-kurang2nya 17 kali sehari semalam memahamkan : " Ihdinas-sirathal mustaqim", (ya, Tuhan , tunjukkanlah kiranya kepada kami jalan yang lurus itu) .
Kita mohon petunjuk, kita mahon hidayah , agar sesuai kehenclak kita dengan jalan yang di sediakan Tuhan itu . Persesuaian itulah yang din amakan "taufiq".
Mendapat hidayah dan taufiq adalah mendapat laba dan kekayaan yang tidak clapat di nilai dengan emas dan perak, dengan harta dan benda, bahkan dengan langit dan bumi sekalipun
.Sebelum kita mengecap keindahan didalam surga yang dijanjikan, terlebih dahulu kita telah merasai ni'mat surga didalam hidup ini ,Walau dikanan kiri kita api belaka. Itulah dia "nikmat" .
Sebab itu , maka setelah kita memohan agar diberi petunjuk akan jalan yang lurus itu, di-iringi lagi dengan ucapan: "Jalan orang yang Engkau ni'mati; bukan jalan orang yang Engkau murkai dan bukan pula jalan orang yang sesat".
Orang mendapat rnurka, karena dia telah tahu jalan itu ~pilih jalan yang sesat akan tetapi ditempelnya juga. Orang menjadi sesat, karena terlalu percaya kepada diri sendiri, sehingga lalai mendengarkan petunjuk .
Menooari persesuaian istiqamah pada diri dan mustaqim pada jalan, itulah perjuangan hidup kita. Asal istiqamah tak pernah lepas, jalan itu pasti bertemu. Kadang2 terasa haus dan dahaga, maka berpesanlah Tuhan: Sebelurn kita rnengecap keindahan didalarn surga yang dijanjikan, terlebih dahulu kita telah merasai ni'mat surga didalam hidup ini, walaupun dikiri-kanan kita api belaka. Inilah dia "nik'mat".
Sebab itu, maka setelah kita mcmohon agar diberi petunjuk akan jalan yang lurus itu , di-iringi lagi dengan ucapan: ''jalan orang yang Engkall ni'mati; bukan jalan orang yang Engkau murkai dan bukan pula jalan orang yang sesat•
Orang mendapat murka, kerana dia telah tahu jalan itu sebuah jalan yang sesat akan tetapi ditempuhnya juga. Orang menjadi sesat, karena terlalu percaya kepada diri sendiri , sehingga lalai rnendengarkan petunjuk . Mencari persesuaian istiqamah pada diri dan mustaqim pada jalan, itulah perjuangan hidup kita.
Asal istiqamah tak pernah lepas, jalan itu pasti bertemu. Kadang2 terasa haus dan dahaga, maka berpesanlah Tuhan:

Comments
Post a Comment