Kehidupan Di-Dunia Hanya Sementara
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.”
(QS Al Ankabut: 64)
Allahﷻ menjelaskan bahwa kehidupan dunia hanya senda gurau dan main-main. Hal ini memiliki makna bahwa kehidupan di dunia hanya sebentar sekali seperti kita bercanda dan bermain bersama teman atau keluarga. Tidak terasa, waktu sudah habis dan berlalu begitu cepat. Seperti itulah kehidupan dan kebahagiaan di dunia.
Mengejar kebahagiaan akhirat adalah pilihan yang harus lebih dilakukan oleh manusia karena tidak ada lagi tempat dan kembali yang paling membahagiakan selain dari akhirat. Sebagaimana perintah Allahﷻ bahwa kebahagiaan dunia tidak bolih memberikan kepuasan dan semakin mencarinya malah akan semakin terperdaya oleh nya. Seharusnya bukan kitalah yang diperbudak nafsu dunia melainkan kita yang menaklukkannya dan menundukannya.
Untuk itu, berikut adalah cara agar dapat mengejar kebahagiaan akhirat, secara umum. Tentunya sebagai umat islam, sudah menjadi keharusan kita untuk meningkatkan dan mengusahakan untuk mendapatkan bahagia di akhirat nanti.
- Tunduk Pada Aturan Allahﷻ
Jika kita menginginkan kebahagiaan yang sejati kelak di akhirat, dan mengindari siksa neraka, tentu kita harus mengikuti aturan main yang sudah disiapkan dan diciptakan oleh Allahﷻ, sebagai pencipta dan pemilik semesta. Manusia tidak bisa menawar ataupun membangkang, karena manusia tidak memiliki saham apapun terhadap adanya kehidupan di alam semesta ini.
Untuk itu, hal yang pertama jika manusia menginginkan kebahagiaan akhirat adalah dengan tunduk pada aturan Allahﷻ, menjalankan Rukun Islam, Dasar Hukum Islam, Fungsi Iman Kepada Allahﷻ, Sumber Syariat Islam, dan Rukun Iman tanpa menawar atau mencari-cari celah untuk tidak melaksanakannya.
- Menjalankan Misi Hidup Manusia di Bumi
Sebagai makhluk yang diciptakan di bumi, manusia memiliki tujuan dan misinya tersendiri yang sudah ditetapkan oleh Allahﷻ. Menjadi khalifah fil ard, adalah tujuan hidup yang sudah ditetapkan oleh Allahﷻ. Untuk itu, membangun bumi, memakmurkan kehidupan manusia, dan memberikan keselamatan juga kesejahteraan tanpa melakukan kerosakan adalah hal yang harus dilakukan oleh manusia.
Untuk bolih mendapatkan ridho dan pahala, tentunya harus dilakukan oleh manusia agar kebahagiaan di dunia dan akhirat dapat diraih.
- Berjuang di Jalan Allah
۞ فَلْيُقَـٰتِلْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ٱلَّذِينَ يَشْرُونَ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا بِٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ وَمَن يُقَـٰتِلْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًۭا ٧٤
“Kerana itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.“
(QS An-Nisa : 74)
Berjuang di jalan Allahﷻ artinya adalah menegakkan dan mengamaliahkan seluruh perintah Allahﷻ. Adapun makna berperang tidak selalu bermakna perang dalam arti fisik. Berperang di jalan Allahﷻ dari masa ke masa dan zaman ke zaman tentu mengalami perubahan. Sedangkan, perintah untuk menegakkan dan melawan mereka yang hendak merosak aturan tersebut tetap akan ada sampai bila-bila pun. Untuk itu, Allahﷻ menjanjikan pahala dan balasan surga bagi mereka yang berjuang dan tetap di jalan yang di ridho Allahﷻ.
Itulah hal-hal yang harus dilakukan manusia jika ingin mendapatkan kebahagiaan di akhirat. Untuk itu, manusia tidak perlu khawatir jikalau memang di dunia kehidupan ini tidak memuaskan. Memang dunia bukan tempat akhir kehidupan kita. Di dalamnya ada suka dan duka yang silih berganti. Yang manusia bisa lakukan adalah melakukan kebaikan dan Allahﷻ tidak akan menzalimi kita. Setiap kebaikan yang kita lakukan akan Allahﷻ balas dengan kebaikan pula.
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍۢ ۖ وَإِن تَكُ حَسَنَةًۭ يُضَـٰعِفْهَا وَيُؤْتِ مِن لَّدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًۭا ٤٠
“Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar “
(QS An-Nisa: 40)

Comments
Post a Comment