Friday

Hati Yang Suci & Bersih

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Telah diriwayatkan bahawa suatu ketika Rasulullah ﷺ berkata kepada para sahabat yang dirahmati رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُم: Sekarang dalam perjalanan ini, seorang Ahli Surga akan datang kepada kamu. Sementara itu, datang seorang sahabat Anshar sambil memegang kasutnya di tangan kirinya dan air wudhu menitis dari janggutnya. Dia datang ke Masjid yang diberkahi Nabi صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَاٰلِهٖ وَسَلَّم dan dengan rendah hati berkata, السلام عليكم.

Sayyiduna ‘Abdullah Bin ‘Amr Bin ‘Aas رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمَا mengikuti sahabat itu, mencapainya dan mendapat izin untuk tinggal bersamanya selama tiga hari. Dia menghabiskan tiga malam bersama sahabat Ansari, tetapi dia tidak melihatnya beribadat pada malam-malamnya. Walau bagaimanapun! Apabila dia memiringkan badan di atas katilnya, dia akan berzikir kepada  Allah sehingga dia bangun untuk solat Subuh.

Sayyiduna ‘Abdullah رَضِىَ اللّٰەُ عَنْهُ berkata bahawa dia tidak mendengar apa-apa kecuali perkara yang baik daripadanya. Setelah tiga hari berlalu, aku berkata, ‘Wahai hamba Allah! Saya mendengar Rasulullah صَلَّى اللّٰەُ عَلَيْهِ وَاٰلِهٖ وَسَلَّم bersabda tiga kali: [Sekarang seorang Ahli Surga akan datang kepadamu] dan tiga kali kamu datang. Kemudian aku berniat teguh bahawa aku akan mengetahui perbuatanmu, tetapi aku tidak pernah melihatmu melakukan sesuatu yang besar. Maka bagaimanakah kamu mendapat status ini? 

"Beliau رَضِىَ اللّٰەُ عَنْهُ menjawab, ‘Aku tidak mempunyai amalan lain selain amalan ini yang kamu lihat. Walau bagaimanapun, satu perkara yang pasti bahawa saya tidak mempunyai rasa tidak ikhlas dalam hati saya untuk seorang Muslim dan saya tidak berasa cemburu terhadap perkara yang telah diberikan oleh Allah  kepada orang lain.' Sayyiduna 'Abdullah Bin 'Amr رَضِیَ اللّٰەُ عَنْهُمَا berkata kepadanya, 'Ini adalah perbuatan yang telah memberkati kamu dengan kemuliaan dan kami tidak dapat melakukannya.' 

(Ihya-ul-'Uloom, jilid 3, hlm. 571)

Pentingnya kesucian hati

Telah jelas bahawa kesucian hati adalah salah satu amalan yang membawa ke syurga. Hendaklah kita membersihkan hati kita dari segala jenis hasad dengki dan kedengkian bagi seluruh umat Islam, khususnya kepada kaum kerabat. Orang yang berasa cemburu dan menanggung kedengkian dan kebencian melakukan kezaliman kepada dirinya sendiri dan terus mendatangkan kesakitan kepada dirinya sendiri; orang membencinya dan tiada siapa yang menghormatinya.

 Orang seperti itu kehilangan hati nuraninya; hatinya menjadi kotor; kesihatannya merosot dan dia mempunyai kebimbangan yang berterusan, sedangkan orang yang mensucikan hatinya daripada semua perkara ini hidup dengan selamat dan sihat; dia memperbanyakkan kawan, tetap selamat dari kemusnahan dunia dan Akhirat walaupun bergaul dengan orang ramai. Pendek kata, dia berjaya dalam setiap bidang kehidupan.

Kepentingan dalam Al-Quran dan Hadis yang dirahmati;

Oleh karena itu Allah  berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ١٤

"Sesungguhnya berjayalah orang yang - setelah menerima peringatan itu - berusaha membersihkan dirinya (dengan taat dan amal yang soleh),".

( Surah Al-A’la, Ayah 14)

(Tafseer Ibn Kaseer, jil. 8, hlm. 373) 

Suatu ketika Rasulullah ditanya tentang orang yang paling unggul. Baginda صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَاٰلِهٖ وَسَلَّم menjawab, ‘Semua hati adalah benar kepada lidahnya’. Ditanyakan dengan rendah hati, 'Kami mengetahui tentang 'صَدُوْقُ اللِّسَان'(lidah Keras)[orang yang benar], tetapi siapakah 'مَخْمُوْمُ الْقَلْب'?' (patah hati) kedengkian dan bukan juga hasad dengki.” 

(Ibn Majah, jilid 4, hlm. 475, Hadis 4216)

Manusia zaman sekarang;

Malangnya! Pada masa kini, kerosakan dan kerosakan hati semakin meningkat dengan pesat yang menyebabkan semakin meningkatnya kecenderungan untuk saling bermusuhan, tindakan balas dendam, memutuskan hubungan saudara, mengumpat dan konspirasi merosakkan suasana masyarakat. Kesucian hati adalah cara terbaik untuk menghapuskan masalah ini. Semoga  Allah menghilangkan kotoran dan karat dari hati kita!

(والله أعلمُ بالـصـواب)


اٰمِيۡن   بِجَاهِ   النَّبِيِّ  الۡاَمِيۡن   صَلَّى  اللّٰهُ  عَلَيۡهِ وَاٰلِهٖ وَسَلَّم

Amin demi Nabi yang beriman, semoga Allah merahmati baginda dan keluarga baginda 

serta memberi kesejahteraan kepada mereka.




Tuesday

Kehidupan Di-Dunia Hanya Sementara

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.



 

Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” 

(QS Al Ankabut: 64)

 Allahﷻ menjelaskan bahwa kehidupan dunia hanya senda gurau dan main-main. Hal ini memiliki makna bahwa kehidupan di dunia hanya sebentar sekali seperti kita bercanda dan bermain bersama teman atau keluarga. Tidak terasa, waktu sudah habis dan berlalu begitu cepat. Seperti itulah kehidupan dan kebahagiaan di dunia.

Mengejar kebahagiaan akhirat adalah pilihan yang harus lebih dilakukan oleh manusia karena tidak ada lagi tempat dan kembali yang paling membahagiakan selain dari akhirat. Sebagaimana perintah Allahﷻ bahwa kebahagiaan dunia tidak bolih memberikan kepuasan dan semakin mencarinya malah akan semakin terperdaya oleh nya. Seharusnya bukan kitalah yang diperbudak nafsu dunia melainkan kita yang menaklukkannya dan menundukannya.

Untuk itu, berikut adalah cara agar dapat mengejar kebahagiaan akhirat, secara umum. Tentunya sebagai umat islam, sudah menjadi keharusan kita untuk meningkatkan  dan mengusahakan untuk mendapatkan bahagia di akhirat nanti.

  1. Tunduk Pada Aturan Allahﷻ

Jika kita menginginkan kebahagiaan yang sejati kelak di akhirat, dan mengindari siksa neraka, tentu kita harus mengikuti aturan main yang sudah disiapkan dan diciptakan oleh Allahﷻ, sebagai pencipta dan pemilik semesta. Manusia tidak bisa menawar ataupun membangkang, karena manusia tidak memiliki saham apapun terhadap adanya kehidupan di alam semesta ini.

Untuk itu, hal yang pertama jika manusia menginginkan kebahagiaan akhirat adalah dengan tunduk pada aturan Allahﷻ, menjalankan Rukun IslamDasar Hukum Islam, Fungsi Iman Kepada  Allahﷻ, Sumber Syariat Islam, dan Rukun Iman tanpa menawar atau mencari-cari celah untuk tidak melaksanakannya.

  1. Menjalankan Misi Hidup Manusia di Bumi

Sebagai makhluk yang diciptakan di bumi, manusia memiliki tujuan dan misinya tersendiri yang sudah ditetapkan oleh Allahﷻ. Menjadi khalifah fil ard, adalah tujuan hidup yang sudah ditetapkan oleh Allahﷻ. Untuk itu, membangun bumi, memakmurkan kehidupan manusia, dan memberikan keselamatan juga kesejahteraan tanpa melakukan kerosakan adalah hal yang harus dilakukan oleh manusia.

Untuk bolih mendapatkan ridho dan pahala, tentunya harus dilakukan oleh manusia agar kebahagiaan di dunia dan akhirat dapat diraih.

  1. Berjuang di Jalan Allah

۞ فَلْيُقَـٰتِلْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ٱلَّذِينَ يَشْرُونَ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا بِٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ وَمَن يُقَـٰتِلْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًۭا ٧٤

 “Kerana itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.“ 

(QS An-Nisa : 74)

Berjuang di jalan Allahﷻ artinya adalah menegakkan dan mengamaliahkan seluruh perintah Allahﷻ. Adapun makna berperang tidak selalu bermakna perang dalam arti fisik. Berperang di jalan Allahﷻ dari masa ke masa dan zaman ke zaman tentu mengalami perubahan. Sedangkan, perintah untuk menegakkan dan melawan mereka yang hendak merosak aturan tersebut tetap akan ada sampai bila-bila pun. Untuk itu, Allahﷻ menjanjikan pahala dan balasan surga bagi mereka yang berjuang dan tetap di jalan yang di ridho Allahﷻ.

Itulah hal-hal yang harus dilakukan manusia jika ingin mendapatkan kebahagiaan di akhirat. Untuk itu, manusia tidak perlu khawatir jikalau memang di dunia kehidupan ini tidak memuaskan. Memang dunia bukan tempat akhir kehidupan kita. Di dalamnya ada suka dan duka yang silih berganti. Yang manusia bisa lakukan adalah melakukan kebaikan dan Allahﷻ tidak akan menzalimi kita. Setiap kebaikan yang kita lakukan akan Allahﷻ balas dengan kebaikan pula.

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍۢ ۖ وَإِن تَكُ حَسَنَةًۭ يُضَـٰعِفْهَا وَيُؤْتِ مِن لَّدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًۭا ٤٠

“Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar “

(QS An-Nisa: 40)


Monday

Hidup Bahagia - Meraih Ridho Allah [1]

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.


Al-Quran banyak dijelaskan dan disebutkan oleh Allah mengenai kebahagiaan dalam kehidupan manusia. Allah Yang Maha Tahu dan Maha Adil, mengetahui bahwa manusia adalah makhluk pencari kebahagiaan dan kepuasan untuk dirinya. 

Ada kalanya manusia mencari kebahagiaan sampai Ia harus menghalalkan berbagai cara dan melupakan bentuk ibadah terhadap Allah. Akhirnya, bukan kebahagiaan yang manusia dapatkan melainkan kesesatan dan kesengsaraan akibat keliru dalam mendudukkan dan mencari kebahagiaan.

Untuk itu, perlu kita harus pahami bagaimana bahagia menurut Al-Quran dan bagaimana juga cara mendapatkannya, agar kebahagiaan tersebut dapat diraih dalam kehidupan manusia. Tentunya kebahagiaan adalah fitrah manusia, dan diinginkan oleh setiap orang.

Di dalam Al-Quran banyak sekali pembahasan mengenai kebahagiaan dalam hidup manusia. Secara umum, islam menjelaskan hal-hal mendasar mengenai kebahagiaan yang sering kali manusia, ulama, ataupun para filosof tidak mengenal dengan jelas apa itu kebahagiaan yang haklki. Sering kali semakin dikejar bahagia bukan semakin mendekat, melainkan semakin menjauh. Berikut adalah penjelasan Al-Quran mengenai kebahagiaan dalam hidup manusia.

وَمَا هَـٰذِهِ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا لَهْوٌۭ وَلَعِبٌۭ ۚ وَإِنَّ ٱلدَّارَ ٱلْـَٔاخِرَةَ لَهِىَ ٱلْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ ٦٤

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” 

(QS Al Ankabut : Ayat 64)

Dalam hal ini Allah menjelaskan bahwa kehidupan dunia hanya senda gurau dan main-main. Hal ini memiliki makna bahwa kehidupan di dunia hanya sebentar sekali seperti kita bercanda dan bermain bersama teman atau keluarga. Tidak terasa, waktu sudah habis dan berlalu begitu cepat. Seperti itulah kehidupan dan kebahagiaan di dunia.

(والله أعلمُ بالـصـواب)


اٰمِيۡن   بِجَاهِ   النَّبِيِّ  الۡاَمِيۡن   صَلَّى  اللّٰهُ  عَلَيۡهِ وَاٰلِهٖ وَسَلَّم

Amin demi Nabi yang beriman, semoga Allah merahmati baginda dan keluarga baginda 

serta memberi kesejahteraan kepada mereka.


 


Hidup Bahagia Di Akhirat. - Meraih Ridho Allah [2]

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

وَزُخْرُفًۭا ۚ وَإِن كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَـٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۚ وَٱلْـَٔاخِرَةُ عِندَ رَبِّكَ لِلْمُتَّقِينَ ٣٥

“Dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan (dari emas untuk mereka). Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, dan kehidupan akhirat itu di sisi Tuhanmu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.“ 

(QS Az Zukruf: 35)

Di dalam Al-Quran Allah menjelaskan bahwa kehidupan dunia sejatinya adalah kehidupan yang sementara. Adapun perhiasan duniawi, kebahagiaan dunia lainnya tentu tidak ada bandingannya dengan akhirat yang Allah menjanjikan jauh lebih baik dan lebih bagus daripada apa yang ada di dunia.

Untuk itu, islam mendudukkan kebahagiaan duniawi bukan sebagai puncak atau tujuan tertinggi dari kehidupan manusia. Hal tersebut hanyalah sebagai perantara, sarana, alat, kendaraan agar manusia dapat optimal melaksanakan ibadah dan berbuat kebaikan di muka bumi.

Kebahagiaan Akhirat Berkali Lipat -Berlipat Ganda.

Hakikatnya manusia adalah makhluk yang menginginkan keuntungan dalam hidupnya. Allah menjelaskan dalam Al-Quran bahwa keuntungan di akhirat adalah keuntungan yang lebih baik dan berlipat daripada keuntungan di dunia;

مَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ ٱلْـَٔاخِرَةِ نَزِدْ لَهُۥ فِى حَرْثِهِۦ ۖ وَمَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ ٱلدُّنْيَا نُؤْتِهِۦ مِنْهَا وَمَا لَهُۥ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ مِن نَّصِيبٍ ٢٠

“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagian-pun di akhirat.“ 

(QS Asy-Syura : 20)

Tentu saja sungguh merugi, jika ada orang yang bersusah payah mempersiapkan dirinya untuk keuntungan yang tidak bernilai. Seperti orang yang membayar mahal benda yang harganya tidak ada 1% dari apa yang ia bayarkan. Untuk itu, mengejar dunia seperti membayar benda murah dengan bayaran yang mahal.





Sunday

Aqidah Tunjang Ke-imanan.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.


Islam, kita hendaklah sentiasa mengamalkan kejujuran dalam memahami juga tetap berpegang teguh dengan aqidah dengan ikhlas (al-ikhlas), jujur ​​(al-sidq), dan menerima muhibah (al-nasihah). Aqidah menjadi tunggak utama atau sebagai tunjang yang menjunam ke-dasar hati, jiwa atau nurani dengan akal sebagai pengimbang teguh kepercayaan. Setiap kebaikan ini merangkumi dimensi menegak (berhubungan dengan Allah) dan dimensi mendatar (berhubungan dengan orang lain); Hablum Minallah dan Hablum Minannas mereka memberitahu kita bagaimana untuk berkelakuan atau ber-adab dengan Allah dan Rasul. 

Juga bagaimana untuk ber-adab dengan sesama manusia. Kebajikan dan syariat dalam Islam seperti ini bertindak sebagai prinsip panduan dalam semua urusan kita, daripada pergaulan sehari-hari kita kepada tingkah laku terhadap negara dan segala-galanya di antaranya. Jujur dengan Aqidah dimaksudkan sentiasa murni dan berada di hadapan fikiran kita pada setiap masa, untuk dipertimbangkan  dan menjadi neraca dalam semua keputusan akan kita buat.

Al Quran dan Sunnah menjelaskan maksud keutamaan ini dengan panjang lebar dengan tujuan untuk mendedahkan kaitannya untuk kita di dunia dan di Akhirat. Bila kita tidak tepat memahami setiap gerak laku dalam hubungan kita dengan Allah dan hubungan kita sesama manusia akan mencacatkan sebagai insan yang beriman. Islam amat memberatkan kepada setiap umat yang mengaku ber -Aqidah dan faham secara umum lingkungan setiap manusia itu mesti jujur dan Ikhlas disertakan dengan niat yang jelas dan murni.

Syariat Islam meliputi setiap ruang kehidupan manusia, sejak lama Islam, amat cermat dalam memimpin manusia manusia Muslim. Selalu ditegaskan, olih Rasulullah juga para Ulama dan juga tentang memahami  hadis dan nasihat Ulama tentang kecenderungan Ummah  dewasa ini tersasar jauh dari cahaya sebenar beragama atau pegangan Aqidah. 

Kejujuran Dalam Islam

 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Kejujuran merupakan tiang utama bagi manusia untuk menegakkan kebenaran dan segala sesuatu yang haq di muka bumi. Allah pun berfirman dalam al Quran: 

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًۭا سَدِيدًۭا ٧٠

 Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar”.

(Ahzab ayat 70)

Dalam agama Islam terdapat beberapa macam sifat jujur yang dibedakan berdasarkan penerapan sifat jujur tersebut, sebagai berikut:

  1. Jujur dalam niatnya atau kehendaknya, artinya seseorang terdorong untuk berbuat sesuatu atau bertindak dengan dorongan dari Allah
  2. Jujur dalam ucapan, yaitu seseorang yang berkata sesuai dengan apa yang dia ketahui atau terima. Ia tidak berkata apapun, kecuali perkataan tersebut merupakan kejujuran.
  3. Jujur dalam perbuatan, yaitu seseorang yang beramal dengan sungguh-sungguh sesuai dengan apa yang ada dalam batinnya.
  4. Jujur dalam janji, artinya dia selalu menepati janji yang telah diucapkan kepada manusia. dia hanya mengucapkan janji yang dia tahu bisa dia tepati. 
  5. Jujur sesuai kenyataan, yang berarti dia menerapkan kejujuran pada segala hal yang dia alami di hidupnya.

Sebagai manusia yang berharap meraih surga, kita harus berusaha untuk menerapkan kejujuran dalam semua hal di atas. Meskipun penerapannya pasti sungguh sulit, kita harus selalu berusaha untuk menjauhkan diri dari sifat dusta atau khianat. Begitu banyak godaan ataupun cobaan yang mendorong kita untuk berbuat tidak jujur. Namun, kita harus ingat bahwa barang siapa yang mampu mewujudkan sifat jujur dalam segala aspek kehidupannya, maka dia akan tercatat sebagai seorang hamba yang shiddiqin dan kehidupan dunia akan membawanya ke surga di akhirat kelak.

Mewujudkan kejujuran dalam segala aspek kehidupan seperti yang disebutkan di atas secara tidak langsung akan menjauhkan kita dari perbuatan-perbuatan yang dilarang. Misalnya, dia tidak akan bersifat riya’, karena dia jujur dengan niatnya melakukan sesuatu yang hanya mencari ridho Allah. Dia juga akan menjauh dari ghibah atau perbuatan fitnah, karena dia jujur dengan ucapannya yang tidak akan berbohong, apalagi jika menyangkut orang lain. Masih banyak lagi manfaat berbuat jujur yang bisa menyelamatkan kita dari perbuatan yang dosa.

Pahala untuk Orang yang Jujur

Telah kita bahas sejak awal bahwa kejujuran bisa membawa kita ke dalam ampunan Allah. Tentu hal ini merupakan keinginan semua manusia. namun, apakah hanya itu saja balasan bagi orang-orang yang bersifat jujur? Berikut ini akan dibahas janji yang diberi oleh Allah untuk orang-orang yang menjunjung tinggi kejujuran:

  1. Masuk surga

Hal ini tercermin dalam hadis riwayat Muslim, dimana Rasulullah bersabda, “Hendaklah kalian (berbuat) jujur! Sesungguhnya jujur menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan menunjukkannya ke Surga. Dan senantiasa seorang (berbuat) jujur dan menjaga kejujurannya hingga ditulis di sisi Allah sebagai Ash-Shiddiq (orang yang jujur)”. 

  1. Dekat dengan para Nabi

Allah berfirman dalam al Quran:

وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ مَعَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّـۧنَ وَٱلصِّدِّيقِينَ وَٱلشُّهَدَآءِ وَٱلصَّـٰلِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُو۟لَـٰٓئِكَ رَفِيقًۭا ٦٩

“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang sholeh, mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya”.

(An Nisaa’ ayat 69,)

Hal ini pasti merupakan impian setiap muslim, untuk bisa bersama dengan para nabi, para sahabat dan orang-orang sholeh. Ganjaran ini merupakan kenikmatan karena kita digolongkan sama derajatnya dengan orang-orang yang mulia di sisi Allah.

  1. Membuat hati tenang

Tidak hanya ganjaran di akhirat, berbuat jujur ternyata juga akan membawa kenikmatan di dunia. Dengan berbuat jujur, kita akan merasakan hati yang tenang, bebas dari kekhawatiran dan rasa was-was yang tidak perlu.

Hasan bin Ali radhiallahu ‘anhu berkata, “Aku hafal dari Rasulullah, ‘Tinggalkanlah perkara yang meragukanmu kepada perkara yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan dan bohong adalah kecemasan”. Sungguh Rasulullah yang telah menganugerahkan ganjaran mulia langsung di dunia untuk orang-orang yang jujur.

  1. Menaikkan derajat

Rasulullah bersabda, “Barang siapa meminta kepada Allah mati syahid dengan jujur, Allah angkat dia ke tingkatan orang-orang yang syahid”

  1. Mendatangkan berkah;

Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah bersabda, 

Penjual dan pembeli (memiliki) pilihan sebelum mereka berdua berpisah, jika berdua berkata jujur dan menjelaskan (kekurangannya) maka diberkahi jual beli mereka. Dan jika berdua menyembunyikan (kekurangan) dan berbohong maka dihapus keberkahan jual beli mereka berdua”.

Dari ganjaran yang disebutkan di atas, kita mengetahui bahwa kenikmatan yang didapat oleh orang-orang yang berbuat jujur, tidak hanya diterimanya di akhirat, namun juga diterimanya di dunia. Maka, alangkah baiknya jika kita mulai membiasakan berbuat jujur dan menjauhkan diri dari perbuatan dusta atau bohong yang menjauhkan kita dari rahmat Allah.

Wallahu a’lam bishawab.



Cinta Yang Sejati

 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


CINTA, lima huruf ini memegang keajaiban yang mengisi dunia kita dengan warna dan kebahagiaan. Kadang-kadang kita mendapatnya dan kadang-kadang kita kehilangannya, tetapi akhirnya ia kekal dalam hati kita, dalam hidup kita kekal jadi nyata atau gagal jadi kenangan. Kita semua menyaksikan tragedi cinta yang sebenar, tidak semua cinta berakhir dengan perkahwinan dan yang tidak semuanya kekal selama-lamanya. 

Apabila anda jatuh cinta dengan seseorang dan itu benar dan apabila ia tidak, Anda rasa dunia akan berakhir untuk anda dan harapan untuk hidup hilang entah ke mana. Anda memisahkan diri anda daripada rakan sekerja dan keluarga dan menetap dalam kemurungan yang merosot. Perasaan yang anda miliki sekarang telah dirasai oleh hampir semua orang yang berhadapan dengan kegagalan cinta. Tetapi anda perlu terus bergerak ke hadapan dan untuk ini, anda perlu mencari ikhtiar yang betul.

Cinta adalah emosi tulen yang menyentuh semua orang dalam hidup. Tetapi apabila hubungan berakhir ia membawa emosi kesedihan dan kesedihan yang tidak berkesudahan. Perpisahan atau kegagalan cinta membuatkan orang hanya membawa kenangan tentang orang yang mereka sayangi. Petikan dan kata-kata kegagalan cinta ini akan menyentuh hati anda jika anda melalui situasi seperti ini dan berasa hancur.

Petikan Kegagalan Cinta Yang Indah

Kata-kata indah tentang kegagalan cinta ini akan membantu anda meluahkan perasaan patah hati anda. Terdapat banyak detik gembira dalam kehidupan seseorang ketika dalam hubungan, tetapi apabila hubungan itu gagal dan anda berpisah dengan orang yang anda sayangi, kesedihan dan kesakitan boleh menjejaskan anda dengan teruk. 

Tiada siapa yang mahu berada dalam hubungan yang tidak memberi manfaat kepada mereka, dan kekal dalam hubungan yang salah boleh lebih menyakitkan daripada perpisahan, itulah sebabnya kadang-kadang orang perlu membuat keputusan. Ahli terapi kaunseling atau kaunselor dalam talian juga boleh membantu anda apabila anda mendapati diri anda dalam dilema, di mana anda tidak dapat membuat keputusan untuk putus atau kekal dalam hubungan.

Bagi orang yang berbeza, sebab untuk memutuskan hubungan juga boleh berbeza tetapi kesakitan dan kesedihan adalah sama. Apabila anda merasakan bahawa orang yang paling anda sayangi, tidak mengambil berat tentang anda lagi, ia paling menyakitkan selepas perpisahan. Sesetengah orang boleh menyembunyikan kesakitan mereka dan yang lain cuba meluah-kannya dengan cara yang berbeza. Petikan tentang kegagalan cinta ini boleh membantu anda meluahkan perasaan anda selepas menamatkan hubungan anda.

Berikut adalah beberapa petikan kegagalan cinta yang akan membantu anda mendapatkan semula keyakinan diri anda dan meneruskan daripada putus cinta.

Cinta Terhebat Semua.

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَندَادًۭا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ ٱللَّهِ ۖ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَشَدُّ حُبًّۭا لِّلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ إِذْ يَرَوْنَ ٱلْعَذَابَ أَنَّ ٱلْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًۭا وَأَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعَذَابِ ١٦٥

(Dan di antara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan (untuk menyembah) selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Tetapi orang-orang yang beriman, lebih mencintai Allah (dari segala sesuatu)) 

(Al-Baqarah 2: 165)

Berapa ramai orang yang sudah berkahwin mengingati hari mereka memandang ke arah pasangan mereka dan menyedari pada masa itu bahawa mereka sedang bercinta? Dan berapa ramaikah wanita Islam yang mengingati cinta, kegembiraan, dan kebahagiaan yang masuk ke dalam hati mereka pada hari mereka melahirkan? 

Walaupun contoh-contoh ini adalah realiti kehidupan, cinta sejati yang saya katakan adalah cinta yang memenuhi semua hati, tanpa berat atom yang tidak disentuh. Di dalam hati kita tetap ada kekosongan, yang benar-benar dapat diisi hanya dengan cinta kepada Dia yang memberi kita kehidupan. Jenis cinta yang paling murni, paling tinggi, dan paling mulia yang wujud adalah cinta kepada Dia yang hati diciptakan untuk mencintai. 

Oleh itu, kepuasan sejati, keselesaan sejati, dan cinta sejati hanya boleh datang dari Pencipta kita, Allahﷻ. Semua kecuali Allahﷻ dicintai kerana cinta yang mereka berikan sebagai balasan. Tetapi Dia dikasihi demi Dia sendiri, dalam segala hal. Akibatnya, semua kebaikan yang berlaku adalah salah satu buahnya dan cabang dari akarnya. 

Cinta kepada Allahﷻ adalah cinta yang sangat besar, ia tidak pernah berhenti untuk diakui, tidak pernah wujud tanpa penghargaan, dan mendatangkan keberkatan sejati bagi orang yang menyimpannya. Apabila anda sangat mencintai seseorang, anda sanggup melakukan apa sahaja untuk mendapatkan kesenangannya. Jadi bagaimana dengan Tuhan kita? 

Tidakkah Dia layak membuat kita berkenan kepada-Nya dalam semua perkara yang kita lakukan? Jika persoalan cinta diajukan kepada mana-mana Muslim, tidak ada yang akan menafikan cinta mereka kepada Allahﷻ. Namun, hakikatnya, cinta yang dituntut tidak benar-benar wujud di dalam hati, kerana jika ia berlaku, tindakan tubuh badan tidak akan bertentangan dengan tuntutan. Oleh itu, untuk orang yang benar-benar menjadi kekasih Allahﷻ, kehidupan mereka harus menunjukkan bukti cinta ini.



 


Islam Dalam Perspektif Tentang Kehidupan

[Foto Illustrasi] Dalam perjalanan hidup, hubungan dengan Allah adalah sauh utama, bertindak sebagai asas untuk keamanan, tujuan, dan kekuat...