Friday

Teguh iman dan Tidak Putus Asa - Bagi Yang Takwa.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 


Tawakal dapat merubah sifat egois atau mudah menyerah menjadi lebih sabar dan dapat pula memperkuatkan iman serta membuat seseorang ingin selalu berterimakasih ( bersyukur )  pada Allahﷻ atas apa yang telah diberikan selama ini. Maka dari itu sebaik baiknya orang yang beriman adalah yang mempunyai sifat tawakal.

Diriwayatkan dalam hadist bahwa:

“Semangatlah kalian terhadap hal hal yang bermanfaat bagi kaalian dan mohonlah pertolongan kepada allah.” 

(HR. Muslim 2664)

Seacara tidak langsung sifat tawakal dapat menjadikan seseorang menjadi lebih mandiri dan dewasa dalam menyelesaikan masalah dunia yang sedaang dihadapinya tanpa harus merugikan pihak manapun. Sifat tawakal dapat menjadikan seseorang mampu memahami kekurangan dan kelebihan atas apa yang telah Allahﷻ berikan, kondisi ini dapat membuat seseorang menjadi lebih biasa untuk menghargai kekurangan orang lain.

Bila Maqam Taqwa yang  hanya menyerahkan segala urusan kepada Allahﷻ sudah pasti hati,jiwa dan nurani lebih mantap dan tidak akan pernah mahu berputus asa. 

Diriwayatkan dalam hadist bahwa:

“Hendaklah hanya kepada allah sajalah orang mukmin itu bertawakal, Dan bertawakalah kepada allah yang maha hidup (abadi) yang tidak akan pernah binasa. maka bertasbihlah atas namanya dan pujilah dia.” 

(QS. Al-furQan:58)

(والله أعلمُ بالـصـواب)


اٰمِيۡن   بِجَاهِ   النَّبِيِّ  الۡاَمِيۡن   صَلَّى  اللّٰهُ  عَلَيۡهِ وَاٰلِهٖ وَسَلَّم

Amin demi Nabi yang beriman, semoga Allah merahmati baginda dan keluarga baginda 

serta memberi kesejahteraan kepada mereka.


baca juga: manfaat beriman kepada Allah)

Perilaku Yang Perlu Untuk Tawakal

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 


Inilah Yang perlu anda ketahui tentang perilaku yang berhubungan dengan Tawakal

  • Tahukah andaa bahwa keimanan seseorang tidaklah dapat terpisahkan dari yang namanya tawakal atau yang lebih dikenal sebagai perilaku yang berserah diri pada Allahﷻ dengan hati yang ikhlas, tulus tanpa dorongan atau paksaan dari pihak manapun.
  • Sesungguhnya seseorang belum pantas disebut  telah menjadi orang yang beriman. sedangkan segala tindakannnya sehari hari ditengah masyarakat tidak didasari oleh sifat yang tawakal. Tawakal membutuhkan hati yang sabar, berbesar hati dengan apa yang telah terjadi atas dirinya, dan senantiasa berusaha untuk bangkit kembali dari kegagalan atau keterpurukan, agar memperoleh apa yang diridhai Allahﷻ.
  • Banyak orang yang melakukan tawakal tetapi tidak mau berusaha untuk merlakukan ikhtiar. orang oraang tersebut hanya yakin jika bertawakal karena allah taanpa usaha apapun, allah akan memenuhi segala yang mereka inginkan. sesuatu yang dilakukaan tanpa kerja keras sesungguhnya tuhan tidak akan merubah nasibnya.
  • Masih banyak orang yang bertawaakal dan melakukan ikhtiar tetapi tidak di imbangi dengan adanya doa doa. Mereka bekerja keras untuk bisa sukses dan bertawakal setelahnya tetapi tak ada satu doapun yang dia panjatkan kepada Allahﷻ setelahnya. ini sama saja tidak baik karena ketidak seimbangan tindakan manusia yang bekerja dan bertawakal tetapi tidak berdoa , ini sama saja ibarat seperti anda menaiki sepeda berkeliling dunia tetapi tidak memahami apa tujuan yang sesungguhnya.
  • Bertawakal kepada selain Allahﷻ adalah tindakan yang berdosa dan dilatnat oleh allah. Pada jaman sekarang masih ada yang menyerahkan dirinya pada hal hal yang berbau klenik (ghaib) seperti percaya dan berdoa pada pohon besar yang berusia ribuan tahun, percaya dan berdoa pada benda benda warisan yang berusia jutaan tahun dan lain lain. Sesungguhnya semua yang mereka percayai itu tunduk pada allah dan tidak perlu disembah atau dimintai pertolongan. mintalah saja pada Allahﷻ, jika kita memohon pertolongan atas dasar yang jujur , sabar dan dengan tawakal yang tulus tanpa dorongan dari pihk manapun, maka segalanya akan terwujud dengan sendirinya.
  • Mengajak ramai orang untuk memiliki sifat tawakal adalah perbuatan yang disukai Allahﷻ, dimana sifat tawakal itu adalah bahagian dari sifat orang orang yaang beriman. Pelajaran dan pengalaman tentang Sifat tawakal dapat diberikan pada anak anak usia awal sehingga pada saat mereka beranjak dewasa mereka sudah memahami dengann benar bahkan telah memiliki sifat tawakal tersebut yang nantinya dapat dibawa bersama cita citanya dimasa depan.

Catatan penting :

Apapun yang telah diberikan kepada kita sebaiknya kita syukuri dan hendaknya senantiasa merasa cukup dengan rezeki yang telah dia ( Allahﷻ) berikan.  Ketika seseorang selalu merasa cukup dan tawakal maka dengan sendirinya kehidupannya akan mengalami ketenangan dan kesuksesan. Semua itu Kerana Allahﷻ telah mencukupkan rezekinya dari segala arah yang tidak mereka sangka sangka sebelumnya.

(والله أعلمُ بالـصـواب)


اٰمِيۡن   بِجَاهِ   النَّبِيِّ  الۡاَمِيۡن   صَلَّى  اللّٰهُ  عَلَيۡهِ وَاٰلِهٖ وَسَلَّم

Amin demi Nabi yang beriman, semoga Allah merahmati baginda dan keluarga baginda 

serta memberi kesejahteraan kepada mereka.


 

Takwa Asas Hidup Di Dunia dan Akhirat

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 



Hidup manusia tidak selalu menyenangkan dan tidak selamanya pula akan berjalan hanya dalam kesulitan. Untuk menjalani semua itu memerlukankan jiwa yang kuat , tidak mudah menyerah dan pantang untuk mundur kerana gagal.


Kelebihan ini sangat diperlukan, adanya sifat yang tawakal atau berserah diri pada  Allah dengan hati yang ikhlas. Tulus tanpa dorongan dan paksaan dari siapapun. Berikut ini adalah manfaat dari sifat berserah diri kerana  Allah atau tawakal;

Dengan berbekal sifat tawakal maka seseorang dijamin oleh  Allah akan selalu diberikan ke jalan kemudahan didunia dan dikhirat berapapun besarnya kesusahan atau kesulitan yang sedang dihadapinya.

Firman Allah:
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ وَأَحْصُوا۟ ٱلْعِدَّةَ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ رَبَّكُمْ ۖ لَا تُخْرِجُوهُنَّ مِنۢ بُيُوتِهِنَّ وَلَا يَخْرُجْنَ إِلَّآ أَن يَأْتِينَ بِفَـٰحِشَةٍۢ مُّبَيِّنَةٍۢ ۚ وَتِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ ۚ وَمَن يَتَعَدَّ حُدُودَ ٱللَّهِ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُۥ ۚ لَا تَدْرِى لَعَلَّ ٱللَّهَ يُحْدِثُ بَعْدَ ذَٰلِكَ أَمْرًۭا ١

“Barang siapa yang bertawakal kepada Nya, niscaya dia akan membukakan jalan keluarnya dan dia memberikan rezekinya dari arah yang tidak disangka sangka. dan barang siapa yang bertawakal kepadanya kepada Allah niscaya allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan janji-nya, sungguh Dia telah mengadakan ketentuan bagi setiap manusia.” 

(Qs, Ath-thalaq:1-2)

Tawakal dapat merubah sifat egois atau mudah menyerah kalah menjadi lebih sabar dan dapat pula mempertebal iman serta membuat seseorang ingin selalu berterimakasih ( bersyukur )  pada  Allah atas apa yang telah diberikan selama ini. Maka dari itu sebaik baiknya orang yng beriman adalaah yang mempunyai sifat tawakal.

Diriwayatkan dalam hadist bahwa:

“Semangatlah kalian terhadap hal hal yang bermanfaat bagi kalian dan mohonlah pertolongan kepada Allah Yang Maha Pemurah.” 

(HR. Muslim 2664)

(والله أعلمُ بالـصـواب)


اٰمِيۡن   بِجَاهِ   النَّبِيِّ  الۡاَمِيۡن   صَلَّى  اللّٰهُ  عَلَيۡهِ وَاٰلِهٖ وَسَلَّم

Amin demi Nabi yang beriman, semoga Allah merahmati baginda dan keluarga baginda 

serta memberi kesejahteraan kepada mereka.








(baca juga: manfaat beriman kepada Allah)




Tiada Hisab - Bagi Yang Ikhlas Bertaqwa

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Rasulullah masuk surga tanpa hisab. allah memberikannya kemudahan atas segala perbuatannya yang baik dan selalu berjalan diatas kebenaran dan bertawakal dalam keadaan apapun.

Sebagaimana Rasulullahﷺ bersabda:

Mereka yang tidak mengata-ngata, tidak bercakap kata bohong,  tidak mencuri hak orang lain,  tidak membuat ramalan ramalan yang buruk kepada rabb mereka bertawakal, maka surga akan menjadi milikmu.” 

(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)

Ada 70 umatku yang akan masuk surga tanpa hisab. Mereka adalah orang orang yang tidak percaya pada masalah masalah tathayyur (tentang kesialan). tidak meminta untuk dirugyah, Tidak mau menjalankan pengobatan dengan key (semacam besi panas yang dilekatkan padaa bagian tubh seseorang sebagai media pengobatan) dan bagi porang orang yang bertawakal pada rabb mereka.” 

(Muttafaqun ‘Alaih)

 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ    

 "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.

(Surat Al-Imran:102)


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَذَرُوْا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبٰوٓا اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ  

 "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang mukmin."

(Surat Al-Baqarah 278)


يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَّا يَجْزِيْ وَالِدٌ عَنْ وَّلَدِهٖۖ وَلَا مَوْلُوْدٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَّالِدِهٖ
 
شَيْـًٔاۗ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۗ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللّٰهِ الْغَرُوْرُ 
  

"Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah akan hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat membela anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) membela bapaknya sedikit pun! Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kamu diperdaya oleh kehidupan dunia dan jangan sampai kerana (kebaikan-kebaikan) Allah kamu diperdaya oleh penipu"

(Surah Lukman : 33)


 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ    

"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tetaplah bersama orang-orang yang benar"

(Surat At-Tawbah 119 )  

(والله أعلمُ بالـصـواب)


اٰمِيۡن   بِجَاهِ   النَّبِيِّ  الۡاَمِيۡن   صَلَّى  اللّٰهُ  عَلَيۡهِ وَاٰلِهٖ وَسَلَّم

Amin demi Nabi yang beriman, semoga Allah merahmati baginda dan keluarga baginda 

serta memberi kesejahteraan kepada mereka.


Hati Yang Suci & Bersih

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

Telah diriwayatkan bahawa suatu ketika Rasulullah ﷺ berkata kepada para sahabat yang dirahmati رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُم: Sekarang dalam perjalanan ini, seorang Ahli Surga akan datang kepada kamu. Sementara itu, datang seorang sahabat Anshar sambil memegang kasutnya di tangan kirinya dan air wudhu menitis dari janggutnya. Dia datang ke Masjid yang diberkahi Nabi صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَاٰلِهٖ وَسَلَّم dan dengan rendah hati berkata, السلام عليكم.

Sayyiduna ‘Abdullah Bin ‘Amr Bin ‘Aas رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمَا mengikuti sahabat itu, mencapainya dan mendapat izin untuk tinggal bersamanya selama tiga hari. Dia menghabiskan tiga malam bersama sahabat Ansari, tetapi dia tidak melihatnya beribadat pada malam-malamnya. Walau bagaimanapun! Apabila dia memiringkan badan di atas katilnya, dia akan berzikir kepada  Allah sehingga dia bangun untuk solat Subuh.

Sayyiduna ‘Abdullah رَضِىَ اللّٰەُ عَنْهُ berkata bahawa dia tidak mendengar apa-apa kecuali perkara yang baik daripadanya. Setelah tiga hari berlalu, aku berkata, ‘Wahai hamba Allah! Saya mendengar Rasulullah صَلَّى اللّٰەُ عَلَيْهِ وَاٰلِهٖ وَسَلَّم bersabda tiga kali: [Sekarang seorang Ahli Surga akan datang kepadamu] dan tiga kali kamu datang. Kemudian aku berniat teguh bahawa aku akan mengetahui perbuatanmu, tetapi aku tidak pernah melihatmu melakukan sesuatu yang besar. Maka bagaimanakah kamu mendapat status ini? 

"Beliau رَضِىَ اللّٰەُ عَنْهُ menjawab, ‘Aku tidak mempunyai amalan lain selain amalan ini yang kamu lihat. Walau bagaimanapun, satu perkara yang pasti bahawa saya tidak mempunyai rasa tidak ikhlas dalam hati saya untuk seorang Muslim dan saya tidak berasa cemburu terhadap perkara yang telah diberikan oleh Allah  kepada orang lain.' Sayyiduna 'Abdullah Bin 'Amr رَضِیَ اللّٰەُ عَنْهُمَا berkata kepadanya, 'Ini adalah perbuatan yang telah memberkati kamu dengan kemuliaan dan kami tidak dapat melakukannya.' 

(Ihya-ul-'Uloom, jilid 3, hlm. 571)

Pentingnya kesucian hati

Telah jelas bahawa kesucian hati adalah salah satu amalan yang membawa ke syurga. Hendaklah kita membersihkan hati kita dari segala jenis hasad dengki dan kedengkian bagi seluruh umat Islam, khususnya kepada kaum kerabat. Orang yang berasa cemburu dan menanggung kedengkian dan kebencian melakukan kezaliman kepada dirinya sendiri dan terus mendatangkan kesakitan kepada dirinya sendiri; orang membencinya dan tiada siapa yang menghormatinya.

 Orang seperti itu kehilangan hati nuraninya; hatinya menjadi kotor; kesihatannya merosot dan dia mempunyai kebimbangan yang berterusan, sedangkan orang yang mensucikan hatinya daripada semua perkara ini hidup dengan selamat dan sihat; dia memperbanyakkan kawan, tetap selamat dari kemusnahan dunia dan Akhirat walaupun bergaul dengan orang ramai. Pendek kata, dia berjaya dalam setiap bidang kehidupan.

Kepentingan dalam Al-Quran dan Hadis yang dirahmati;

Oleh karena itu Allah  berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ١٤

"Sesungguhnya berjayalah orang yang - setelah menerima peringatan itu - berusaha membersihkan dirinya (dengan taat dan amal yang soleh),".

( Surah Al-A’la, Ayah 14)

(Tafseer Ibn Kaseer, jil. 8, hlm. 373) 

Suatu ketika Rasulullah ditanya tentang orang yang paling unggul. Baginda صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَاٰلِهٖ وَسَلَّم menjawab, ‘Semua hati adalah benar kepada lidahnya’. Ditanyakan dengan rendah hati, 'Kami mengetahui tentang 'صَدُوْقُ اللِّسَان'(lidah Keras)[orang yang benar], tetapi siapakah 'مَخْمُوْمُ الْقَلْب'?' (patah hati) kedengkian dan bukan juga hasad dengki.” 

(Ibn Majah, jilid 4, hlm. 475, Hadis 4216)

Manusia zaman sekarang;

Malangnya! Pada masa kini, kerosakan dan kerosakan hati semakin meningkat dengan pesat yang menyebabkan semakin meningkatnya kecenderungan untuk saling bermusuhan, tindakan balas dendam, memutuskan hubungan saudara, mengumpat dan konspirasi merosakkan suasana masyarakat. Kesucian hati adalah cara terbaik untuk menghapuskan masalah ini. Semoga  Allah menghilangkan kotoran dan karat dari hati kita!

(والله أعلمُ بالـصـواب)


اٰمِيۡن   بِجَاهِ   النَّبِيِّ  الۡاَمِيۡن   صَلَّى  اللّٰهُ  عَلَيۡهِ وَاٰلِهٖ وَسَلَّم

Amin demi Nabi yang beriman, semoga Allah merahmati baginda dan keluarga baginda 

serta memberi kesejahteraan kepada mereka.




Tuesday

Kehidupan Di-Dunia Hanya Sementara

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.



 

Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” 

(QS Al Ankabut: 64)

 Allahﷻ menjelaskan bahwa kehidupan dunia hanya senda gurau dan main-main. Hal ini memiliki makna bahwa kehidupan di dunia hanya sebentar sekali seperti kita bercanda dan bermain bersama teman atau keluarga. Tidak terasa, waktu sudah habis dan berlalu begitu cepat. Seperti itulah kehidupan dan kebahagiaan di dunia.

Mengejar kebahagiaan akhirat adalah pilihan yang harus lebih dilakukan oleh manusia karena tidak ada lagi tempat dan kembali yang paling membahagiakan selain dari akhirat. Sebagaimana perintah Allahﷻ bahwa kebahagiaan dunia tidak bolih memberikan kepuasan dan semakin mencarinya malah akan semakin terperdaya oleh nya. Seharusnya bukan kitalah yang diperbudak nafsu dunia melainkan kita yang menaklukkannya dan menundukannya.

Untuk itu, berikut adalah cara agar dapat mengejar kebahagiaan akhirat, secara umum. Tentunya sebagai umat islam, sudah menjadi keharusan kita untuk meningkatkan  dan mengusahakan untuk mendapatkan bahagia di akhirat nanti.

  1. Tunduk Pada Aturan Allahﷻ

Jika kita menginginkan kebahagiaan yang sejati kelak di akhirat, dan mengindari siksa neraka, tentu kita harus mengikuti aturan main yang sudah disiapkan dan diciptakan oleh Allahﷻ, sebagai pencipta dan pemilik semesta. Manusia tidak bisa menawar ataupun membangkang, karena manusia tidak memiliki saham apapun terhadap adanya kehidupan di alam semesta ini.

Untuk itu, hal yang pertama jika manusia menginginkan kebahagiaan akhirat adalah dengan tunduk pada aturan Allahﷻ, menjalankan Rukun IslamDasar Hukum Islam, Fungsi Iman Kepada  Allahﷻ, Sumber Syariat Islam, dan Rukun Iman tanpa menawar atau mencari-cari celah untuk tidak melaksanakannya.

  1. Menjalankan Misi Hidup Manusia di Bumi

Sebagai makhluk yang diciptakan di bumi, manusia memiliki tujuan dan misinya tersendiri yang sudah ditetapkan oleh Allahﷻ. Menjadi khalifah fil ard, adalah tujuan hidup yang sudah ditetapkan oleh Allahﷻ. Untuk itu, membangun bumi, memakmurkan kehidupan manusia, dan memberikan keselamatan juga kesejahteraan tanpa melakukan kerosakan adalah hal yang harus dilakukan oleh manusia.

Untuk bolih mendapatkan ridho dan pahala, tentunya harus dilakukan oleh manusia agar kebahagiaan di dunia dan akhirat dapat diraih.

  1. Berjuang di Jalan Allah

۞ فَلْيُقَـٰتِلْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ٱلَّذِينَ يَشْرُونَ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا بِٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ وَمَن يُقَـٰتِلْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًۭا ٧٤

 “Kerana itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.“ 

(QS An-Nisa : 74)

Berjuang di jalan Allahﷻ artinya adalah menegakkan dan mengamaliahkan seluruh perintah Allahﷻ. Adapun makna berperang tidak selalu bermakna perang dalam arti fisik. Berperang di jalan Allahﷻ dari masa ke masa dan zaman ke zaman tentu mengalami perubahan. Sedangkan, perintah untuk menegakkan dan melawan mereka yang hendak merosak aturan tersebut tetap akan ada sampai bila-bila pun. Untuk itu, Allahﷻ menjanjikan pahala dan balasan surga bagi mereka yang berjuang dan tetap di jalan yang di ridho Allahﷻ.

Itulah hal-hal yang harus dilakukan manusia jika ingin mendapatkan kebahagiaan di akhirat. Untuk itu, manusia tidak perlu khawatir jikalau memang di dunia kehidupan ini tidak memuaskan. Memang dunia bukan tempat akhir kehidupan kita. Di dalamnya ada suka dan duka yang silih berganti. Yang manusia bisa lakukan adalah melakukan kebaikan dan Allahﷻ tidak akan menzalimi kita. Setiap kebaikan yang kita lakukan akan Allahﷻ balas dengan kebaikan pula.

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍۢ ۖ وَإِن تَكُ حَسَنَةًۭ يُضَـٰعِفْهَا وَيُؤْتِ مِن لَّدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًۭا ٤٠

“Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar “

(QS An-Nisa: 40)


Islam Dalam Perspektif Tentang Kehidupan

[Foto Illustrasi] Dalam perjalanan hidup, hubungan dengan Allah adalah sauh utama, bertindak sebagai asas untuk keamanan, tujuan, dan kekuat...