hidup di dunia ibarat pelaut yang menempuh ombak yang bergelora dan angin yang tiada henti. Malah dunia, itu sendiri tiada pernah berhenti menempuh arus ruang alam semesta. Namun tetap bergerak di atas garisan yang ditetapkan olih Allah Rabul Jalil. Kita pun menempuh kehidupan didunia yang terus bergerak, namun adakalanya kita "bersauh sebentar" untuk melepas lelah, untuk menilai diri, untuk muhasabah keberadaan kita di dunia yang sebentar cuma.
Friday
Saturday
Tauhid, Tunggak Kepercayaan [2].
Disini kepercayaan tadi mendapat salurannya yang wajar. Itulah "Tauhid". Ke-Esaan kepercayaan,atau pemusatan kepercayaan.
Bukan mencari-cari kepercayaan dari luar. Sebab kepercayaan telah ada dalam diri. Kewajipan kita hanya memelihara kepercayaan asli yang telah ada itu.
Sehingga dibuka pintu seluas-luasnya buat berjuang mencari sendiri dalam arena hidup. Pedoman dalam mencari itu ialah akal murni kita tadi. Allahﷻ pun mengakui dalam merenangi hidup itu kita akan tersilap. Akan pernah salah. Tetapi hal itu akan dima'afkan Allahﷻ.
Sebab itu Allahﷻ berfirman;
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampunkan dosa orang yang mempersekutukanNya dengan sesuatu (apa jua), dan akan mengampunkan yang lain daripada kesalahan (syirik) itu bagi sesiapa yang dikehendakiNya (menurut peraturan hukum-hukumNya); dan sesiapa yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu (apa jua), maka sesungguhnya ia telah sesat dengan kesesatan yang amat jauh."
(QS An Nisaa:116)
Jika terlanjur kedalam suatu jurang kesalahan. daptlah dimaklumi. Sebab manusia terjadi dari darah dan daging. Kumpulan akal sehat dengan nafsu angkara. Tetapi, asal manusia tetap memelihara ke-Esaan kepercayaan (Tauhid), tidaklah akan terulang untuk kedua kalinya membuat salah yang serupa.
Namun apabila "Istiqomah" tetap ada, nilai jiwa akan bertambah naik. Sehingga Rasulullahﷺ pernah memastikan didalam sabdanya:
"Tidaklah akan berzina seorang penzina melainkan kerana dia musyrik. Tidaklah akan mencuri si pencuri melainkan kerana dia musyrik."
(Riwayat Bukhari & Muslim)
Itulah faedahnya "Istiqomah" yang negatif.
Faedah yang amat besar lagi bagi jiwa didalam menempuh hidup, kerna adanya "Istiqomah" ialah hilangnya rasa takut dan hilangnya rasa dukacita. Takut dan dukacita adalah dua hal yang menjadikan penghalang besar dalam kemajuan hidup. Itulah duri dan itulah pula batu 'Penarung" (Batu Penghalang).
Maka berfirmanlah Allahﷻ :
"Sesungguhnya orang-orang yang menegaskan keyakinannya dengan berkata: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap teguh di atas jalan yang betul, akan turunlah malaikat kepada mereka dari semasa ke semasa (dengan memberi ilham): "Janganlah kamu bimbang (dari berlakunya kejadian yang tidak baik terhadap kamu) dan janganlah kamu berdukacita, dan terimalah berita gembira bahawa kamu akan beroleh syurga yang telah dijanjikan kepada kamu."
(Q.S Fussilat41-30):
Tak mungkin ada rasa takut pada orang yang istiqomah.
Kepada Siapa takut?
Adakah yang Maha Kuasa didalam alam ini selain Allah ﷻ ? Adakah yang berkuasa menjatuhkan bahaya, memberi mudarat dan man'faat dalam lingkungan alam ini selain Allah?
Tidak ada !!
Yang ditakuti orang dalam hidup ini ialah melarat. Dalam hidup yang sementara cuma. Kemelaratan bukanlah kehilangan harta benda. Kemelaratan ialah apabila kehilangan "Istiqomah" didalam diri kita. Yang paling ditakuti adalah maut.Pada hal luput daripada "Istiqomah" itu adalah lebih sakit dan lebih berbahaya dari maut itu sendiri.
Dan satu waktu sangatlah mulia dan tinggi harga maut itu sendiri;
ﻛْﺜِﺮُﻭﺍ ﺫِﻛْﺮَ ﻫَﺎﺫِﻡِ ﺍﻟﻠَّﺬَّﺍﺕِ ﻳَﻌْﻨِﻰ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕَ
“Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan, yaitu kematian”
(HR. Tirmidzi).
Maut adalah alamat cinta yang sejati.
Niat hati hendak Istiqomah: dan Allah pun memang menyediakan jalan yang mustaqim. Perjumpaan kehendak kita dengan jalan yang disediakan itulah tujuan hidup yang sejati.untuk sekurang-kurangnya 17 kali sehari semalam nmemohonkan:
Tunjukilah kami jalan yang lurus.
(QS 1: 5)
Aku percaya kepada Allah, kemudian pegang teguhlah pendirian itu.
Tatkala pujangga ' alim failasuf' dan pemimipin Islam yang terkenal , pakailah kata-kata nya yang menjadi lambang dikepala surat2 nya. Serupa di pintu rumahnya tertampang juga kalimat itu dalam bentuk yang cukup besar.
"Katakanlah !! Aku percaya pada Allah dan kemudian pegang teguhlah dengan pendirian .
Dengan itu hadapilah segala persoalan didalam hidup ini . Dengan itu kita kibarkan panji2 kita,kibarkan panji kita. Kalimatullah yang terlukis padanya, dan dengan pendirian itu kita hidup ditengah-tengah masyarakat. Dengan itu kita di jiwai seluruh kebudayaan dalam segala macam cabangnya.
Itulah pengkalan tempat kita bertolak dan itulah pelabuhan terakhir tempat bahtera kita bersauh.
Friday
Istiqamah Dengan Iman
Semakin matangnya akal kita maka tumbuhlah pula kepercayaan akan adanya Zat Yang Maha Kuasa. Semakin lanjut dan jauh perjalanan akal, bertambah nampaklah adanya kebenaran, ke-elokan, keindahan dan kesucian didalam alam sekeliling kita. Semuanya itu menambah kokohnya iman.
Sememangnya kadang-kadang ada juga timbul ragu akan "adaNYA". Tetapi bila mana keyakinan tadi dicoba melepaskan, teraslah bahawa keraguan tidaklah hilang. Malah bertambah ragu. Sebab itumaka percubaan untuk memastikan tidak ada "NYA", adalah mencuba membongkar apa yang telah berakar umbi didalam hati.
Sebab itu datanglah Sufyan Bin Abdullah رضي الله عنه yang bergelar "Abu Amrah" kepada Rasulullahﷺ meminta fatwa yang cuma segengam picing, tentang pendirian dalam kehidupan. Abu Amrah minta diterangkan inti -agama, yang jikalau Utusan Allahﷻ itu mengajarkan kepadanya, dia tidak perlu bertanya kepada orang lain lagi.
Rasulullahﷺ memberikan penjawapannya sekali jawab, sabda Rasulullahﷺ;
"Katakanlah!: Aku percaya kepada Allah, dan pegang teguhlah pendirian itu"
Dalam bahasa ArabNya: “قل آمنت بالله ثم استقم”
Jadi, Rasulullahﷺ menyuruh, memegang teguh persediaan pertama itu, kepercayaan pertama atau intuisi pertama, yaitu;
"Allah ada dan aku percaya kepada Nya"
DIA, ada didalam hati sanubari setiap manusia yang berakal.
Kita akan pernah merasa puas dan pernah pula merasa kecewa. Kita akan juga tempuhi rasa ragu-ragu, akan tetapi terang benderang pun akan ada didalam jiwa kita, dan ada juga berjumpa gelap dan gelita. Namun tetap satu hal yang tidaklah akan pernah padam, meskipun diakui dia juga pernah redup diselaputi awan, namun hilang sama sekali dia tidak.
Yang satu itu ialah kepercayaan akan ada "Allahﷻ" !!
Atas kepercayaan yang satu itulah yang disuruh pelihara baik-baik, dipegang teguh-teguh, sebab inilah "pangkal tempat bertolak", dan ini pulalah keputusan dari segala hukum.
Kalau di-alam besar cekerawala (Universe) ada Matahari, yang tidak pernah padam sinarnya, maka didalam alam kecil, yaitu Insan pada diri kita, kepercayaan itulah mataharinya.
Teguh memelihara dan memegang kepercayaan itu, itulah yang dinamakan "Istiqomah".
Maka tegaklah dengan teguh,istiqomahlah, laksana batu karang diujung pulau, menerima hempasan ombak dan gelombang yang mengulung; setiap ombak dan gelombang datang, setiap itu pula ia membawa zat yang akan menambah kukuh dirinya.
Dan tegaklah dengan teguh, istiqomahlah,laksana sebatang pohon beringin ditengah padang; menerima segala angin sepoi dan angin badai. Kadang berderak-derik. laksana akan terban runtuh, terhoyong hayang kekiri dan kekanan. Demi angin berhenti dan alam tenang, dia tegak pula kembali dn urat-akarnya terhunjam kedalam petala bumi.
marlengo
Islam Dalam Perspektif Tentang Kehidupan
[Foto Illustrasi] Dalam perjalanan hidup, hubungan dengan Allah adalah sauh utama, bertindak sebagai asas untuk keamanan, tujuan, dan kekuat...
-
Qurrata a'yun" (قُرَّةَ أَعْيُنٍ) "Qurrata a'yun" (قُرَّةَ أَعْيُنٍ) secara literalnya bermaksud "Penyejuk ...
-
[Foto Illustrasi] Dalam perjalanan hidup, hubungan dengan Allah adalah sauh utama, bertindak sebagai asas untuk keamanan, tujuan, dan kekuat...
-
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ SEBAIK-BAIK NASIHAT : Sebaik-baik nasehat ialah nasihat yang diberikan kepada seseora...






